Tribun

Gejolak di Partai Demokrat

Eks Wasekjen Sebut Moeldoko Figur yang Pas Pimpin Partai Demokrat

Partai Demokrat tandingan ini diprediksi muncul setelah ada ketidakpuasan kader terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Eks Wasekjen Sebut Moeldoko Figur yang Pas Pimpin Partai Demokrat
Istimewa
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memimpin rapat koordinasi dengan delapan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) tentang pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Gedung Bina Graha , Jakarta, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso menyebut tidak menutup kemungkinan akan ada Partai Demokrat tandingan.

Partai Demokrat tandingan ini diprediksi muncul setelah ada ketidakpuasan kader terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Biarkan saja air mengalir, karena semua ini kan ada mekanisme di dalam partai dan siapapun tidak boleh menabrak AD/ART yang sudah ada, dari pihak manapun," ujar Yus di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (2/1/2021).

Baca juga: Respons Marzuki Alie dan Moeldoko Saat Namanya Disebut Terlibat dalam Kudeta Partai Demokrat

Menurut Yus, AHY saat ini belum matang menjadi pemimpin Demokrat sehingga beberapa kader di daerah menginginkan Moeldoko menjadi pucuk pimpinan partai. 

"Dari kawan-kawan di daerah itu melihat figur yang pas adalah Pak Moeldoko. Akan tetapi kami sayang kepada Pak SBY, sayang ke AHY. Kalau Demokrat punya presiden, pastinya mas AHY skala proritas menjadi menteri kami, dan 10 tahun ke depan beliau akan lebih matang untuk kami gadang menjadi pemimpin bangsa ini," paparnya. 

Ia menyebut, di internal Demokrat terdapat empat faksi yang menginginkan perubahan kepemimpinan di partai berlambang Mecy itu.

Hal tersebut terjadi, kata Yus, sudah berlangsung sejak Maret 2020, ketika AHY dinyatakan menjadi ketua umum secara aklamasi.

"Sepengetahuan saya adalah bercak-bercak sudah timbul sejak ada Kongres Maret itu. Jadi evaluasi daerah mulai dari sejak pelaksanaan kongres Maret," paparnya. 

Adapun empat faksi yang disebut Yus di antaranya, faksi mantan ketua umum Partai Demokrat yaitu Subur Budi Santoso. 

Kedua, faksi ketua umum Demokrat hasil Kongres 2005 di Bali yaitu Hadi Utomo (almarhum). 

Ketiga, faksi Anas Urbaningrum yang merupakan ketua umum Demokrat hasil Kongres di Bandung pada 2010.

Keempat, faksi Marzuki Alie.

Tanggapan Demokrat
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjawab pernyataan Yus Sudarso yang membandingkan peristiwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Moeldoko. 
Awalnya, Yus yang merupakan mantan Wasekjen Demokrat menyebut penjemputan Moeldoko menjadi ketua umum Demokrat, seperti halnya saat pendiri partai menjemput SBY untuk maju sebagai capres 2004.
"Apa salahnya kami seperti pendiri di saat awal menjemput Pak SBY untuk mengantarkan beliau ke pemimpinan RI tahun 2004. Dan juga apa salahnya kami, kalau hari ini menjemput figur, tokoh ke depan, apa salahnya Pak Moeldoko, seperti senior sebelumnya menjemput SBY," kata Yus. 
Menurut Herzaky, salahnya Yus Sudarso adalah upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah melalui Kongres Luar Biasa (KLB). 
"Dulu, hal itu tidak ada. Bapak SBY duduk sebagai Dewan Pembina. Jadi, kalau KSP Moeldoko mau menjadi Capres melalui Partai Demokrat, ya bikin Kartu Tanda Anggota dulu sebagai kader Partai Demokrat," ucap Herzaky dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (2/2/2021).
"Jangan tiba-tiba ingin menjadi Ketua Umum, apalagi melalui Kongres Luar Biasa. Itu saja sudah salah besar. Itu inkonstitusional," sambungnya. 
Herzaky menyebut, Moeldoko saat ini merupakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), yang memiliki tugas membantu Presiden Jokowi untuk mengatasi pandemi dan krisis ekonomi. 
"Jangan malah disibukkan untuk memikirkan pencapresan. Kasihan rakyat, lagi pandemi kok malah memikirkan pencapresan. Kasihan Presiden yang membutuhkan bantuan semua pihak untuk menangani krisis pandemi dan ekonomi," tuturnya. 
Oleh sebab itu, Herzaky mengajak semua pihak untuk kembali bekerja fokus mengatasi pandemi dan krisis ekonomi yang sedang dihadapi. 
"Kepada seluruh kader Partai Demokrat di mana pun berada, terima kasih sudah solid di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. Bersama kita kuat, Bersatu kita bangkit. Tuhan bersama kita," tuturnya. 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas