Menteri ATR Sofyan Djalil Ingatkan Warga Jangan Pernah Kasih Sertifikat Kepada Orang Lain
Menteri ATR Sofyan Djalil mengatakan kasus sengketa tanah yang diakibatkan mafia tanah masih kerap terjadi.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan kasus sengketa tanah yang diakibatkan mafia tanah masih kerap terjadi.
Salah satunya kasus rumah orang tua Dino Patti Djalal yang diduga diserobot mafia tanah.
Karena itu, Sofyan Djalil meminta masyarakat untuk menjaga sertifikat tanah yang dimilki serta tidak sembarangan meminjamkan atau memindahtangankan sertifikat tanah.
Baca juga: Kasus Tanah Dino Patti Djalal, Menteri BPN Juga Merasa Tertipu
"Sekarang yang menjadi masalah ini penipuan ini terjadi, pelajaran paling berharga adalah pertama jangan pernah kasih sertifikat ke orang deh," kata Sofyan Djalil dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (11/2/2021).
Menurut dia, apabila tidak yakin dengan orang lain, maka masyarakat diminta untuk tidak memberikan sertifikat untuk keperluan apapun.
Termasuk, saat ke BPN, ia meminta masyarakat untuk ditemani orang yang dipercaya.
"Kalau mengecek ke BPN sebaiknya ditemani. Barangkali begitu, kalau anda tidak yakin dengan notarisnya, itu banyak terjadi, sertifikat itu dilepas kemudian ada orang yang memalsukan macam-macam itu seolah-olah menjadi figur, nama saya tapi foto orang lain," katanya.
Baca juga: BPN Akan Kembalikan Sertifikat Tanah Milik Ibu Dino Patti Djalal Jika Terbukti Ada Pemalsuan
Kasus penipuan seperti itu menurut dia, masih terjadi dan kerap lolos.
Saat sertifikat dimanfaatkan orang lain menggunakan KTP palsu, BPN tidak bisa mendeteksinya.
"Tapi BPN tidak bisa tahu, kalau nama saya mungkin wajah saya dikenal, tapi nama si A foto orang lain tapi BPN tidak bisa membuktikan si A atau bukan," katanya.
Untuk meminimalisir kasus penipuan sertifikat tanah, BPN kata Sofyan akan menggunakan sistem elektronik.
Hanya saja sistem elktronik tersebut perlu diujicoba terlebih dahulu untuk melihat efektivitasnya.
"Sebab itu kita mau memperbaiki sistem, nanti semua data kita elektronik, nanti orang datang akan dicek langsung dengan sistem elektronik. Namun itu masih perlu uji coba," katanya.
Sebelumnya, Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalil mengungkapkan ada sejumlah rumah keluarganya yang tengah menjadi sasaran mafia tanah.
Baca juga: Dino Patti Djalal Klaim Mafia Tanah Fredy Kusnadi Dibebaskan Usai Ditangkap Polisi
Kepada Tribunnews, Dino menyebut ada 4 rumah yang dimaksud.
Rumah pertama dan kedua, Dino tak menyebut kawasan persisnya.
Adapun rumah ketiga berada di kawasan Kemang, dan rumah keempat berada di kawasan Cilandak.
"Yang saya (tulis di Twitter) kemarin itu rumah ke-4. Rumah kedua juga dijarah oleh sindikat tanah," kata Dino, Rabu (10/2/2021).
Penasihat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu menyampaikan rumah ketiga sempat dibawa ke kepolisian pada akhir 2020 lalu.
"Polisi mengatakan bahwa untuk rumah ketiga ada tiga orang yang ketangkap. Dari yang ketangkap itu, mereka sedang ngerjain rumah ke-4 yang saya Twitter-kan," tambahya.
Dino mengaku kecewa bahwa aparat kepolisian sudah menangani kasus ini, tetapi terkesan tak melakukan apa-apa.
"Pas yang keempat ini sudah menjadi korban, tapi kok tidak melakukan apa-apa begitu. Kan enggak baik itu," tambahnya.
"Jadi saya tahunya dari interogasi polisi untuk rumah ketiga, tapi kok rumah keempat mereka enggak kejar. Kan seharusnya mereka kejar," kata Dino.
Hingga kini, Dino mengatakan keempat kasus mafia tanah yang menyasar keempat rumahnya masih terus bergulir.
"Semuanya masih jalan," pungkasnya.