Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menhan Prabowo Bahas Program Modernisasi Alutsista di Rapim TNI 2021

Prabowo Subianto membahas terkait program modernisasi alutsista TNI saat memberi pembekalan di Rapat Pimpinan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
zoom-in Menhan Prabowo Bahas Program Modernisasi Alutsista di Rapim TNI 2021
Biro Humas Setjen Kemhan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menargetkan jumlah prajurit komponen cadangan yang direkrut bisa mencapai 35 batalyon. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membahas terkait program modernisasi alutsista TNI saat memberi pembekalan di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2021 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa (16/2/2021).

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan, dalam pembekalannya Prabowo juga membahas perlunya upaya reengineering, perbaikan, dan refurbish berbagai alutsista untuk menyempurnakan alutsista TNI.

Baca juga: Menhan Prabowo Targetkan Prajurit Komponen Cadangan Capai 35 Batalyon

Hal tersebut disampaikan Riad usai Rapim TNI 2021 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur pada Selasa (16/2/2021).

"Beliau menyampaikan beberapa terkait dengan masalah pertimbangan geopolitik dalam pengadaan alutsista ke depan. Jadi beliau menyampaikan beberapa program ke depan yang diharapkan untuk memodernisasi, kemudian juga utk menyempurnakan kembali, melaksanakan reengineering, melaksanakan perbaikan, refurbish, berbagai alutsista yang ada di TNI saat ini," kata Riad.

Baca juga: Wapres Maruf Divaksinasi Pakai CoronaVac Hari Ini

Dalam kesempatan itu, kata Riad, Prabowo juga mengingatkan kembali peran masing-masing institusi pertahanan.

Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan melaksanakan tugas pembangunan kekuatan, TNI melaksanakan penggunaan kekuatan, dan Kepala Staf Angkatan melaksanakan pembinaan kekuatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia berharap berbagai peralatan tempur maupun alutsista yang nantinya akan diprogramkan bisa digunakan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

"Beliau juga mengingatkan ke depan diharapkan berbagai peralatan alat tempur tersebut juga bisa diproduksi di dalam negeri supaya kita tidak tergantung. Dan diharapkan kita juga melaksanakan TOT (transfer of technology) dan diharapkan kekuatan Indonesia ke depan juga cukup diperhitungkan di wilayah regional maupun wilayah internasional khususnya," kata Riad.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas