Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

KSP: Kerumunan Warga Melihat Presiden Tidak Bisa Terhindarkan 

Sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara keberadaan Presiden pasti akan mengundang banyak orang.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in KSP: Kerumunan Warga Melihat Presiden Tidak Bisa Terhindarkan 
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Tangkapan layar video kerumunan warga sambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Maumere, NTT, yang beredar di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan bahwa kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu tidak bisa dihindarkan. 

Animo masyarakat tinggi untuk melihat langsung sosok kepala negara. 

"Itu kan memang sesuatu yang tidak dapat terhindarkan. Mereka sudah lama menanti presiden, ya animonya luar biasa. Jadi ya hal yang tidak terhindarkan," kata Donny kepada wartawan, Rabu, (24/2/2021).

Menurut dia, kerumunan warga tersebut bukan karena kesalahan presiden. Sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara keberadaan Presiden pasti akan mengundang banyak orang. Seharusnya menurut Donny pemerintah daerah melakukan manajemen antisipasi kerumunan dengan baik.

Baca juga: PKS Tuntut Jokowi Minta Maaf soal Kerumunan di NTT, Minta Penegakan Hukum yang Adil

"Ini ada elemen pemerintah daerah, elemen pengawalan presiden. Ini sesuatu yang berbeda. Jadi presiden kan simbol negara yang pasti akan mengundang banyak massa, tinggal manajemen pengawalan dan pengaturan kerumunan saja sebenarnya," katanya.

Meskipun demikian menurutnya kerumunan warga saat Presiden berada di Maumere tersebut harus dijadikan pembelajaran dalam tata kelola pengamanan standar protokol kesehatan. 

Berita Rekomendasi

"Enggak mungkin lah Presiden kemudian datang sepi-sepi saja. Ini sudah bisa diprediksi tapi tidak seperti yang dibayangkan kerumunannya. Menejemen antisipasi dan mitigasinya harus diperbaiki," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas