Tribun

Moeldoko akan Pertemukan Pihak Kementerian BUMN dengan Nasabah Jiwasraya

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko  menerima audiensi Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FKNJ).

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Moeldoko akan Pertemukan Pihak Kementerian BUMN dengan Nasabah Jiwasraya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko  menerima audiensi Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FKNJ).

Melalui audiensi yang berlangsung di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (2/3) itu, Moeldoko akan memfasilitasi pertemuan FKNJ dengan pihak Kementerian BUMN dan manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero). 

"Kami akan panggil terlebih dahulu Menteri BUMN dan manajemen Jiwasraya, agar bisa melihat permasalahan ini dari dua sisi. Setelah itu akan kami pertemukan dengan FKNJ untuk mencari solusi terbaik," ungkap Moeldoko, dalam siaran pers KSP, Rabu (3/2/2021).

Audiensi dengan FKNJ merupakan janji Moeldoko saat menghadiri KSP Mendengar pada pekan lalu.

Saat itu, salah satu perwakilan FKNJ meminta bisa bertemu langsung dengan Moeldoko untuk menyampaikan persoalan 5,3 juta nasabah Jiwasraya.

Salah satu permintaan FKNJ dalam audiensi dengan Moeldoko adalah untuk bisa bertemu Menteri BUMN dan manajemen Jiwasraya.

Baca juga: Heru Hidayat Tetap Divonis Seumur Hidup dalam Kasus Korupsi Jiwasraya

Baca juga: Forum Nasabah Ajukan Petisi Pembatalan Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Selain pertemuan dengan Menteri BUMN dan manajemen Jiwasraya, ada beberapa poin yang menjadi permohonan FKNJ.

Salah satunya mengenai sosialisasi skema restrukturisasi yang dinilai berbau intimidasi. Seperti disampaikan Ketua FKNJ Ana Rustiana bersama lima perwakilannya.

Ana menjelaskan, kasus Jiwasraya melibatkan korban sebanyak 5,3 juta nasabah.

Dari jumlah itu, sebanyak 80 persen di antaranya merupakan nasabah kalangan menengah ke bawah.

Adapun kata Ana, hingga saat ini Jiwasraya belum bisa menyelesaikan gagal bayar kepada para nasabahnya. 

"Terutama dari dua skema yang ditawarkan. Hingga saat ini tidak dilakukan Jiwasraya," jelas Ana.

Dari apa yang dipaparkan Ana, para nasabah berharap Jiwasraya tetap hidup dengan sinergi BUMN.

Selain itu, nasabah juga ingin pembayaran manfaat berjalan tiap bulan, seperti manfaat pendidikan, kesehatan dan bulanan pensiunan. Ana juga menambahkan, FKNJ berharap opsi restrukturisasi yang lebih baik dan solutif dan tidak merugikan nasabah.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas