Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak di Partai Demokrat

Pengamat Soroti Perang Tagar di Media Sosial Terkait Gejolak di Partai Demokrat

Konflik internal Partai Demokrat rupanya menarik perhatian para netizen.

Pengamat Soroti Perang Tagar di Media Sosial Terkait Gejolak di Partai Demokrat
Partai Demokrat
Tangkapan layar video seluruh Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia membacakan ikrar setia terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa (23/2/2021) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat rupanya menarik perhatian para netizen. Sejak Rabu (3/3/2021) di media sosial sempat dipenuhi oleh perang tagar antar pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan netizen pendukung Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Alhasil, perang tagar di Twitter aksi dukung-mendukung posisi politik tersebut berhasil menempatkan trending topic Indonesia (TTI) dari dua kubu.

Hal ini pun menarik perhatian pengamat politik sekaligus pegiat media sosial Ninoy Karundeng

Dari pantauannya, sejak pagi hari telah muncul tagar #DemokratDiHatiRakyat menjuarai trending topic, disusul oleh SBY Pendiri Demokrat. Tagar itu terpantau bertengger di dua posisi teratas pada pukul 05.57.

“Munculnya tagar mendukung AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan SBY sebagai pendiri demokrat menunjukkan adanya dinamika internal yang mengganggu Demokrat,” jelas Ninoy Karundeng, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021).

Fenomena tentang perang tagar, menurut Ninoy, sangat menarik untuk diamati.

“Partai Demokrat berusaha menguasai jagad maya dengan mengusung tagar tertentu, namun jika diamati banyak keanehan. Bagi yang paham media sosial, membedakan antara akun organik dan bot akan sangat mudah, kelompok pendukung AHY menggunakan berbagai akun non-organik yang sangat mudah dikenali,” kata Ninoy.

“Jumlah followers yang kecil akun-akun pendukung AHY dan SBY membuat engagements sangat minim, dan tagar tidak mampu bertahan lama,” jelas Ninoy.

Hal ini berbeda dengan akun-akun besar organik yang mendukung KLB menimbulkan engagement dan membuat tagar mereka bertahan beberapa jam, kata Ninoy Karundeng.

Mengomentari "perang tagar" ini, Ninoy menilai penguasaan media sangat penting untuk memengaruhi persepsi publik. Terkait munculnya dua tagar untuk mendukung AHY dan SBY, jelas merupakan reaksi terhadap gerakan kubu Demokrat yang akan menggulingkan kepemimpinan AHY dan SBY.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas