Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soal Survei Microsoft, PKS: Pendekatan Hukum Tak Turunkan Perilaku Buruk Berinternet

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan pendekatan hukum tidak sepenuhnya akan memiliki efek jera.

Soal Survei Microsoft, PKS: Pendekatan Hukum Tak Turunkan Perilaku Buruk Berinternet
ist
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei Microsoft terkait tingkat kesopanan digital dari pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya menunjukkan bahwa warganet Indonesia paling tidak sopan di Asia Tenggara.

Menghadapi hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan pendekatan hukum tidak sepenuhnya akan memiliki efek jera.

Menurutnya, penangkapan terhadap mereka yang berperilaku buruk dalam berinternet justru bisa semakin mempersubur kelakuan ini.

Baca juga: Akun Instagram Microsoft Tutup Kolom Komentar, Serbuan Netizen Indonesia Diduga Jadi Penyebab

"Tamparan bagi kita sebagai bangsa. Pendekatan hukum, berupa penangkapan mereka yang mis-used internet tidak menurunkan perilaku buruk berinternet. Justru bisa mempersubur," ujar Mardani, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Golkar Minta Survei Microsoft soal Warganet Indonesia Paling Tak Sopan Jadi Dorongan Introspeksi 

Baca juga: Politisi NasDem Angkat Suara Soal Survei Microsoft 

Karenanya, Mardani menilai pemerintah perlu lebih memprioritaskan literasi dan edukasi yang bersifat long-term kepada masyarakat, terutama generasi muda Indonesia.

"Itu lebih bagus ketimbang pendekatan hukum-tangkap yang short term dan tidak berdampak sistematis," jelasnya.

Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan saat ini lebih diperlukan membuka ruang dialog dan kebebasan berpendapat di dunia digital.

Namun dengan aturan dan pembatasan yang dapat membuat dunia digital itu tetap sehat dan tidak merusak seperti yang dilakukan buzzer-buzzer.

"Ini saatnya membuka ruang dialog dan kebebasan berpendapat yang sehat. Sekalian membasmi para buzzer yang merusak ruang publik kita," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas