Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Didesak Segera Antisipasi Bahaya Strain Baru Virus Corona

Pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan terburuk dari perkembangan virus corona B117 ini di Tanah Air.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pemerintah Didesak Segera Antisipasi Bahaya Strain Baru Virus Corona
The Quint
Ilustrasi Strain Baru Covid-19, Mutasi Virus Corona yang Pertama Kali Ditemukan di Inggris, Apa Gejalanya? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto, mendesak pemerintah melalui Menristek mengantisipasi perkembangan penyebaran strain baru virus Corona B117 yang sudah masuk ke wilayah Indonesia.

Menurut Mulyanto, Menristek melalui Lembaga Bio-Molekuler (LBM) Eijkman perlu melakukan penelitian untuk dapat menangkal penyebaran strain baru virus Corona tersebut.

Dia mengatakan, LBM Eijkman memiliki kapasitas untuk melakukan mitigasi dan menyusun early respons untuk menangani kasus ini.

"Meski tingkat bahaya dari strain virus baru ini masih debatabel, namun secara umum dipercaya jenis virus Corona potensial menyebar lebih cepat dibandingkan dengan Covid-19," kata Mulyanto kepada wartawan, Minggu (7/3/2021).

Petugas kesehatan dengan pakaian pelindung memilah bebek setelah strain flu burung H5N8 terdeteksi, di Karuvatta distrik Alapuzha sekitar 90 Km dari Kochi, India pada 6 Januari 2021.
Petugas kesehatan dengan pakaian pelindung memilah bebek setelah strain flu burung H5N8 terdeteksi, di Karuvatta distrik Alapuzha sekitar 90 Km dari Kochi, India pada 6 Januari 2021. (Arunchandra BOSE / AFP)

"Karena itu pemerintah tidak boleh meremehkan bahaya virus asal Inggris ini," imbuhnya.

Dikatakan Mulyanto, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan terburuk dari perkembangan virus corona B117 ini di Tanah Air.

Rekomendasi Untuk Anda

Jangan sampai seperti kasus awal masuknya virus Covid-19 di Indonesia, di mana pemerintah terkesan menganggap remeh bahaya virus ini.

"Akibatnya lambat mengambil tindakan, sehingga menyebar dan menimbulkan korban kematian 37 ribu orang," ucap Mulyanto.

Baca juga: Bakal Hadapi Munculnya Strain Baru Covid-19 di 2021, Epideminolog Ini Ungkap Langkah Antisipasi

Baca juga: WHO Sebut Vaksin Covid-19 Mungkin Tidak Efektif Terhadap Strain Baru, Perlu Suntikan Penguat

Mulyanto meminta kali ini pemerintah benar-benar serius menyikapi perkembangan virus baru Corona ini.

Pemerintah perlu memberdayakan semua lembaga riset terkait untuk meneliti dan mencari cara pencegahan penularan virus Corona B117. Jangan sampai virus ini telanjur menyebar baru dipikirkan mitigasnya.

"Dengan wabah satu virus yang sudah ada saja kita kewalahan menanganinya, apalagi kalau harus menghadapi tambahan virus Corona lainnya. Karena itu Pemerintah harus bergerak cepat. Kita belajar dari kekeliruan masa lalu saat menangani penyebaran virus Covid-19. Api yang masih kecil akan lebih mudah dikelola ketimbang kebakaran besar," pungkas Mulyanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas