Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ekonom Sebut Unrealized Loss BPJAMSOSTEK Masih Wajar sebagai Risiko Investasi

Beberapa bulan terakhir, masyarakat dikagetkan tuduhan kerugian tidak wajar, yang berpotensi pidana pada unrealized loss portofolio saham BPJAMSOSTEK.

Ekonom Sebut Unrealized Loss BPJAMSOSTEK Masih Wajar sebagai Risiko Investasi
Istimewa
Profesor Keuangan Investasi IPMI International Business School Roy Sembel. 

“Jelas hal ini berbeda, meski tampak sama. Banyak perbedaan riil antara kerugian Jiwasraya yang sudah realized loss dengan unrealized loss seperti di BPJAMSOSTEK. Hal yang mendasar terjadi, seperti persyaratan pemilihan manager investasi. Di BPJAMSOSTEK sangat ketat, sementara di Jiwasraya longgar,” imbuh dia.

Ada perbedaan, tambah dia, dari sisi alokasi aset. Misalnya, porsi saham dan reksadana di Jiwasraya lebih dari 91% (31 Desember 2019). Sementara di BPJAMSOSTEK pada 31 Desember 2020 lalu hanya 23,56% untuk porsi saham dan reksadana. Dari data itu jelas terlihat bahwa strategi alokasi aset berbeda di antara keduanya. Kondisi makin nyata ketika menengok portofolio saham Jiwasraya dengan BPJAMSOSTEK.

Seperti diulas sebelumnya, portofolio saham BPJAMSOSTEK termasuk saham kualitas bagus, likuid dan kapitalisasinya besar. Pendek kata saham blue chip berfundamental bagus sehingga berbeda dengan portofolio saham Jiwasraya pada umumnya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Siap Hadapi Tantangan Pengelolaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

BPJAMSOSTEK dengan dana kelolaan Rp484,38 triliun merupakan investor institusional dalam negeri yang dapat berperan dalam peningkatan pendalaman pasar finansial di Indonesia. Tidak ada salahnya seluruh stakeholder dapat menjaga momentum untuk menyongsong pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Kesimpulannya, unrealized loss pada portofolio investasi saham BPJAMSOSTEK berbeda dengan kasus kerugian Jiwasraya. Unrealized loss BPJAMSOSTEK adalah wajar sebagai risiko wajar dari investasi saham di pasar modal dan bisa kembali untung saat pasar kembali ke level sebelum pandemi.

“Jadi, kerugian portofolio saham BPJAMSOSTEK masih di atas kertas yang wajar sebagai risiko investasi, dan bisa kembali untung sejalan dengan membaiknya ekonomi setelah Pandemi Covid-19. Unrealized loss ini tidak logis dikategorikan sebagai kerugian hasil manipulasi yang berpotensi pidana. Lebih pada risiko bisnis yang sudah dikalkulasi dengan baik,” tutupnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas