Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak di Partai Demokrat

Peserta KLB Demokrat Deli Serdang Ini Mengaku Terima Uang Rp 100 Juta Usai Ikut Kongres

Rahman Dontili mengaku menjadi peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara dan mendapat uang Rp 100 juta.

Peserta KLB Demokrat Deli Serdang Ini Mengaku Terima Uang Rp 100 Juta Usai Ikut Kongres
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bolaang Mangondow Utara, Sulawesi Utara Rahman Dontili 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bolaang Mangondow Utara, Sulawesi Utara Rahman Dontili mengaku menjadi peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Saat mengikuti KLB ia mengaku mendapatkan uang Rp 100 juta.

Uang itu dia dapatkan setelah mengikuti jalannya KLB yang dinilai inkonstitusional.

Baca juga: Bakal Jadi Ketua Dewan Kehormatan Partai Versi KLB, Ini Reaksi Max Sopacua

Namun, setelah menerima uang tersebut, dirinya langsung melapor ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal tersebut dirinya ungkapkan melalui video testimoni menguak para peserta KLB Deli Serdang, Sumatera Utara di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat.

"Saya sampaikan saya juga orang yang memang menerima uang Rp100 juta. Tapi, bukan berarti saya harus diam ketika melihat ketidakbenaran ini," kata dia dalam video itu.

Dirinya mengaku alasan untuk melapor kejadian tersebut karena mengklaim masih merasa mencintai Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

Baca juga: Demokrat Ajukan Gugatan ke PN, Bambang Widjojanto: Jika KLB Diakomodasi, Ini Brutalitas Demokrasi

Lebih lanjut kata Rahman dalam KLB yang dijalankannya itu terdapat kejanggalan, seperti kehadiran para peserta yang bukan pemilik suara sah.

Serta kata dia, tidak ada proses registrasi saat seluruh peserta kongres memasuki ruang sidang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas