Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bareskrim Segera Gelar Perkara Kasus Dugaan Penipuan Petinggi Sinarmas

Brigjen Rusdi Hartono memastikan akan menangani kasus dugaan penipuan yang terlapornya petinggi Sinarmas secara profesional dan transparan. 

Bareskrim Segera Gelar Perkara Kasus Dugaan Penipuan Petinggi Sinarmas
TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri akan tetap menindaklanjuti laporan terhadap Komisaris Utama Sinarmas Indra Widjaya dan Direktur Utama Sinarmas Securitas Kokarjadi Chandra oleh pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi pada Rabu, 10 Maret 2021. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono memastikan akan menangani kasus dugaan penipuan yang terlapornya petinggi Sinarmas secara profesional dan transparan. 

Sebab, kedudukan petinggi Sinarmas sama di mata hukum. Terhadap kasus ini segera dilakukan gelar perkara.

Ia juga mengatakan penyidik Bareskrim telah profesional menangani semua perkara, termasuk kasus pengaduan petinggi Sinarmas.

“Equality before the law. Seluryh warga negara sama kedudukannya di hadapan hukum yang berlaku,” kata Rusdi saat dikonfirmasi, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Polri Sebut Pelapor Dirut dan Komut Sinarmas Klaim Dirugikan Rp 15 Triliun

Baca juga: Hotman Paris Luruskan Tudingan kepada Komut Sinarmas terkait Dugaan Penipuan

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan kasus dugaan penipuan dengan terlapor petinggi Sinarmas akan dilakukan gelar perkara pada Kamis, 18 Maret 2021. 

Menurut dia, pelapor Andri Cahyadi akan diundang besok.

“Saat ini laporan tersebut sedang dikaji, dan rencananya besok Kamis akan dilakukan gelar perkara awal dengan menghadirkan pelapor,” ujarnya.

Jadi, kata dia, kasus yang dilaporkan oleh Andri Cahyadi ini akan dikaji sebelum ada rencana ke tahap penyidikan. 

Akan tetapi, Ramadhan menjelaskan kasus yang dilaporkan pada 10 Maret 2021 ini akan dimulai dengan proses gelar perkara terlebih dahulu.

Menurut laporan, Andri selaku korban merasa dirugikan Rp 15 triliun.

“Saya belum menyampaikan ke tahap penyidikan, ini baru gelar perkara awal. Saya sampaikan adanya laporan polisi yang diterima Bareskrim terkait kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan dan TPPU. Menurut laporan, korban atau pelapor merasa dirugikan Rp 15 triliun. Ini bukan hasil penyidikan, tapi laporan dari pelapor,” jelas dia.

Berdasarkan laporan yang beredar, laporan Andri tercatat dalam Laporan Polisi (LP) bernomor LP/B/0165/III/2021/Bareskrim, tertanggal 10 Maret 2021.

Ia melaporkan Indra Widjaja dan Kokarjadi Chandra atas dugaan kasus penipuan atau perbuatan curang, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 374 KUHP, Pasal 263 KUHP Jo Pasal 264 KUHP Jo Pasal 266 KUHP, dan tindak pidana pencucian uang Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas