Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Besok, Bareskrim Bakal Panggil Ulang Mantan Dirut PT BS

Bareskrim Polri telah menjadwalkan pemanggilan ulang mantan direktur utama PT BS berinisial SA dalam statusnya sebagai tersangka pada Kamis (18/3/2021

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri telah menjadwalkan pemanggilan ulang mantan direktur utama PT BS berinisial SA dalam statusnya sebagai tersangka pada Kamis (18/3/2021) besok.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan pemanggilan tersebut setelah tersangka tak menghadiri pemanggilan pertama pada Senin 15 Maret 2021 lalu.

"Tersangka SA pemanggilan pertama penyidik sudah melayangkan surat panggilan untuk hadir pada hari Senin tanggal 15 Maret 2021 namun tersangka tidak hadir dengan alasan berada di luar kota," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Ahmad menerangkan surat pemanggilan kedua telah dilayangkan sejak beberapa hari lalu. Selanjutnya, tersangka direncanakan akan kembali diperiksa pada Kamis besok.

"Sampai saat ini yang bersangkutan dijadwalkan besok hari Kamis tanggal 18 Maret 2021 itu agendanya pendalaman terkait dugaan tidak melaksanakan surat perintah dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," tandas dia.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT BS berinisial SA sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan. 

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Penetapan SA sebagai tersangka, menurut Helmy, itu dilakukan setelah melalui proses gelar perkara. Penyidik telah memperoleh fakta hasil penyidikan dan alat bukti, sehingga menetapkan SA sebagai tersangka dalam perkara itu. 

Helmy menjelaskan, diketahui sejak bulan Mei 2018, PT Bank Bukopin, Tbk. telah ditetapkan sebagai Bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020. 

Dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin, OJK mengeluarkan kebijakan diantaranya memberikan Perintah tertulis kepada Dirut PT BS atas nama SA melalui surat OJK nomor : SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas