Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Komisaris Utama PT BS Dicecar 70 Pertanyaan Terkait Dugaan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan

Komisaris Utama PT BS berinisial EA dicecar 70 pertanyaan terkait dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan oleh Bareskrim Polri, Senin (22/3/2021).

Komisaris Utama PT BS Dicecar 70 Pertanyaan Terkait Dugaan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan
Kompas TV
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, dalam konferensi pers pada Rabu (3/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Utama PT BS berinisial EA dicecar 70 pertanyaan terkait dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan oleh Bareskrim Polri, Senin (22/3/2021).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan EA diperiksa sebagai saksi selama 7 jam oleh penyidik Polri.

"Kemarin telah dilakukan pemeriksaan terhadap Komut berinisial EA dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dengan 70 pertanyaan. mulai dari jam 10.00 WIB sampai 17.00 WIB. Berarti 7 jam dilakukan pemeriksaan," kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Kasus Dugaan Pidana Jasa Keuangan Eks Dirut PT BS, Bareskrim Bakal Periksa Ahli Korporasi

Ahmad juga menjelaskan pemeriksaan EA sebagai saksi untuk menggali tugas-tugasnya sebagai Komut PT BS yang terkait dalam kasus tersebut.

"Pemeriksaan tersebut seputar dengan tugas pokok tugas-tugas yang dilakukan oleh Komut di PT BS Corporindo juga terkait dengan tanggung jawab pengawas atau tanggung jawab Komut selaku pengawas korporasi dalam memastikan apakah BS mematuhi perintah OJK," tukas dia.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT BS berinisial SA sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan.

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Polisi Bantah Terjadi Kekerasan Terhadap Rizieq Shihab Saat Sidang Virtual di Rutan Bareskrim

Penetapan SA sebagai tersangka, menurut Helmy, itu dilakukan setelah melalui proses gelar perkara.
Penyidik telah memperoleh fakta hasil penyidikan dan alat bukti, sehingga menetapkan SA sebagai tersangka dalam perkara itu.

Helmy menjelaskan, diketahui sejak bulan Mei 2018, PT Bank Bukopin, Tbk telah ditetapkan sebagai Bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

Baca juga: Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Kesehatan Jumhur di Rutan Bareskrim

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas