Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rano Karno: Rumah Budaya PDIP, Demi Tularkan Budaya Indonesia yang Humanis ke Dunia

Rumah Budaya bermakna komitmen teguh PDIP merawat identitas kebangsaan Indonesia di tengah gempuran radikalisme, paham kebencian, hingga liberalisme.

Rano Karno: Rumah Budaya PDIP, Demi Tularkan Budaya Indonesia yang Humanis ke Dunia
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Rano Karno 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan meresmikan Rumah Budaya di kantor pusat partai di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (28/3/2021) besok.

Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDIP, Rano Karno, menyatakan bahwa Ruang Budaya ini adalah wujud strategi kebudayaan.

Bukan sekadar demi ekspresi kesenian belaka. Namun bermakna komitmen teguh PDIP merawat identitas kebangsaan Indonesia di tengah gempuran radikalisme, paham kebencian, hingga liberalisme yang mengepung.

Pria yang populer sebagai 'Si Doel' itu menyatakan pemaknaan sebagian besar orang tentang budaya seringkali mengalami simplifikasi atau penyederhanaan. Yakni hanya sekadar kesenian.

Padahal, Rano menjelaskan bahwa Antropolog Koentjaraningrat saja mendefinisikan kebudayaan sebagai seluruh sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam masyarakat yang dimiliki melalui proses belajar.

Baca juga: PDIP Ungkap Megawati Pernah Jadi Ketua PAC Cempaka Putih Sebelum Jadi Ketua Umum

Baca juga: PDIP Singgung Pemburu Rente Terkait Wacana Impor Beras

Dari proses belajar itulah seluruh unsur dalam kebudayaan ditransmisikan dari satu generasi ke generasi.

PDIP berkomitmen menjaga dan merawat identitas kebangsaan kita yang diwariskan secara turun temurun.

Sebab disadari kebudayaan memungkinkan terjadinya persentuhan, membentuk pertalian sosial, dan menciptakan identitas kolektif.

Kebudayaan juga memungkinkan lahirnya solidaritas yang mampu menghadirkan ikatan dalam masyarakat.

"Misalnya kita memiliki sesuatu yang secara khas dirumuskan oleh Bung Karno sebagai gotong royong. Dan selama berabad-abad telah bersenyawa dalam kebudayaan nasional kita," kata Rano Karno, Sabtu (27/3/2021).

Mantan Gubernur Banten Rano Karno bersama calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Mantan Gubernur Banten Rano Karno bersama calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (istimewa)

"Di tengah arus deras informasi yang begitu gampang diperoleh, maka banyak hal bisa menjadi bahaya atau ancaman terhadapnya. Radikalisme, ideologi kebencian, hingga liberalisme yang berkeras menihilkan peran negara, adalah beberapa di antaranya yang dapat membelah dan membangun jarak di antara sesama anak bangsa," tambah Rano.

Karena itulah, BKN tampil untuk menjalankan strategi kebudayaan yang sudah sejak lama digaungkan oleh Bung Karno itu. Dan Rumah Budaya yang akan diresmikan adalah salah satu bagian perwujudannya.

Dari BKN, PDIP akan mendorong terbentuknya langkah-langkah yang tak hanya diniatkan untuk merawat kebudayaan dan identitas nasional kita, yang dikepung kebudayaan luar yang ingin meluluhlantakkan.

Lebih jauh, PDIP mendorong agar kebudayaan nasional Indonesia yang dikenal humanis, dapat berekspansi, menular, dan mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat dunia.

"Badan Kebudayaan Nasional tidak boleh didirikan hanya untuk sekadar menggugurkan kewajiban. Badan Kebudayaan Nasional adalah instrumen yang akan bekerja melanjutkan apa yang telah diinisiasi oleh Bung Karno dalam Trisakti, yakni berkepribadian di bidang budaya," kata Rano.

Ikuti kami di
Penulis: Johnson Simanjuntak
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas