Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jurnalis Tempo Alami Penganiayaan saat Meliput, LPSK Minta Penegak Hukum Usut Perkara

(LPSK) mengecam secara tegas tindakan penganiayaan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi oleh diduga oknum Polisi.

Jurnalis Tempo Alami Penganiayaan saat Meliput, LPSK Minta Penegak Hukum Usut Perkara
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor LPSK, Jakarta, Selasa (24/11/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Setelah acara selesai, Nurhadi yang ingin keluar dari gedung pernikahan kemudian dihentikan oleh beberapa orang panitia dan ditanya identitas serta undangan mengikuti acara.

"Panitia sampai mendatangkan keluarga mempelai untuk mengonfirmasi apakah mengenal Nurhadi atau tidak. Setelah keluarga mempelai mengatakan tidak mengangenali, Nurhadi langsung didorong dan dibawa ke belakang gedung oleh sesorang ajudan Angin," jelas Wawan.

Saat itu Nurhadi menjelaskan bahwa statusnya adalah sebagai wartawan Tempo yang dimandatkan untuk melakukan tugas peliputan.

Kendati demikian, para ajudan dan panitia tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya.

Sepanjang proses interogasi, Wawan menyebut, Nurhadi kerap mengalami tindakan kekerasan seperti halnya pemukulan, tendangan, tamparan hingga ancaman pembunuhan.

"Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa bagian tubuhnya, dan diancam akan dibunuh," ungkapnya.

Nurhadi juga dipaksa menerima uang Rp. 600 ribu sebagai kompensasi perampasan dan pengrusakan alat liputan milik korban.

Namun, uang tersebut ditolak tetapi pelaku bersikeras memaksanya untuk menerima, bahkan memotret ketika Nurhadi memegang uang tersebut. 

Meski demikian, jurnalis Tempo itu tetap tidak menerima uang yang dikasih itu, ia meletakkannya di salah satu bagian mobil pelaku.

Setelah menjalani proses interogasi disertai kekerasan itu, pukul 22.25 WIB, Nurhadi dibawa ke sebuah hotel di Jalan Rajawali, Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

"Di hotel itu, ia kembali di interogasi oleh dua orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian Polrestabes dan anak asuh Kombes. Pol. Achmad Yani yang bernama Purwanto dan Firman. Pukul 01.10, Nurhadi baru diperbolehkan keluar dari hotel dan diantarkan pulang," tukasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas