Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bom di Makassar

Ketum Projo Minta Kapolri Lebih Keras Menumpas Terorisme

Budi Arie meminta Polri bergerak cepat dan masif untuk menangkap dan memidanakan teroris yang masih bercokol

Ketum Projo Minta Kapolri Lebih Keras Menumpas Terorisme
Tribun Timur/Sanovra
Aparat Brimob mengambil barang bukti saat melakukan penggeledahan rumah Lukman tersangka bom bunuh diri Gereja Katedral di Jl Tinumbu 1 lrg 132, Makassar, Senin (29/3/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi mengecam
aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, upaya jahat para teroris tidak berhasil memecah belah bangsa Indonesia.

"Tapi upaya jahat mereka itu tidak berhasil. Persaudaraan antar iman di Indonesia telah teruji dari masa ke masa," kata  Budi Arie Setiadi melalui keterangan tertulis, Senin (29/03/2021).

Baca juga: Pasca Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar, 13 Terduga Teroris Telah Diamankan Densus 88

Budi Arie meminta Polri bergerak cepat dan masif untuk menangkap dan memidanakan teroris yang masih bercokol, baik di Makassar maupun di pojok-pojok negeri ini.

Budi Arie melihat terorisme adalah bahaya laten yang harus ditumpas. Memori kolektif publik mencatat bagaimana kekejaman mereka setidaknya dalam 20 tahun belakangan ini.

"Ini tantangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar lebih keras lagi menindak teroris," ujar Budi Arie.

Budi Arie mengatakan saat ini seluruh rakyat Indonesia bersama pemerintah sedang bahu-membahu menyelesaikan pandemi Covid-19 berikut permasalahan ikutannya.

Tekanan ekonomi akibat pandemi secara global, termasuk Indonesia, mengharuskan kesabaran dan kerja keras bersama.

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tinggalkan Surat Wasiat: Siap Mati Syahid

Menurut Budi Arie, rakyat Indonesia tidak akan mentoleransi terorisme atas nama apapun.

"Bukan terorisme yang kita butuhkan. Bukan tindakan adu domba antarumat beragama yang diperlukan. Tapi kebersamaan dan kerukunan seluruh warga bangsa tanpa kecuali yang akan menyelamatkan kita dan pandemi dan permasalahan kompleks lainnya," ujar Budi Arie.

Budi Arie mengatakan DPP Projo mengajak seluruh umat beragama tidak terprovokasi dengan cara-cara murahan seperti bom bunuh diri di Makassar.

Serangan tersebut justru akan menguatkan kebersamaan, bahkan menjadikan kasus Makassar sebagai contoh buruk dan keji yang tidak perlu dimaklumi.

"Saya perintahkan seluruh kader PROJO agar aktif menjaga lingkungan masing-masing dari gerakan terorisme. Tangkap dan laporkan kepada Polri setiap gerak-gerik mencurigakan kelompok teroris," pungkas Budi Arie. 

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas