Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Suplai Vaksin Covid-19 Terhambat, Laju Vaksinasi Melambat

Suplai vaksin Covid-19 ke sejumlah negara termasuk Indonesia terhambat, yang berimbas laju vaksinasi melambat.

Suplai Vaksin Covid-19 Terhambat, Laju Vaksinasi Melambat
Tribunnews/HO/Puspen TNI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca di Mabes TNI yang dilaksanakan oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI dan diberikan kepada PNS Unit Organisasi Mabes TNI dengan target 2.850 vaksin, bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021). Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 130.000 vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, yang akan didistribusikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di 10 Provinsi Indonesia. Tribunnews/HO/Puspen TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suplai vaksin Covid-19 ke sejumlah negara termasuk Indonesia terhambat, yang berimbas laju vaksinasi melambat.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, cakupan vaksinasi Maret - Mei seharusnya ditargetkan mencapai 500 ribu suntikan vaksin per hari.

Baca juga: Universitas Tarumanagara Buka Sentra Vaksinasi untuk Dosen Hingga Pemuka Agama

Kemudian Mei - Juni 750 ribu per hari, hingga Juli dan selanjutnya dapat mencapai 1 juta dosis per hari.

"Tapi ini akan terjadi pelambatan karena suplai vaksin yang tidak mencukupi," ujar Nadia dalam diskusi virtual RakyatMerdeka, Jumat (2/4/2021).

Menurutnya, sejak awal pelaksanaan vaksinasi pemerintah optimistis dapat melaksanakan vaksinasi sesuai jadwal.

Baca juga: Andalkan Pasokan COVAX, Program Vaksinasi Korsel Terancam

Seiring berjalan ujar Nadia, di bulan Februari produsen vaksin yang harusnya menyuplai kemudian memundurkan jadwalnya, artinya tidak bisa sesuai dengan jumlah yang diinginkan

"Tiba-tiba bertambah lagi permasalahannya yaitu vaksin dari Covax Facility yaitu vaksin AstraZeneca tidak bisa mengirimkan dengan jumlah yang cukup besar," terang Nadia.

Penundaan dua gelombang pengiriman vaksin AstraZeneca yang harusnya tiba Maret dan April mengakibatkan, vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi molor.

Baca juga: Larangan Mudik Dinilai Tak Efektif, Ahli Kesehatan: Lebih Baik Pembatasan dan Kebut Vaksinasi Lansia

"Sehingga kemungkinan besar kita akan mencoba untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum lainnya akhir Mei atau di awal Juni," ungkap perempuan berhijab ini.

Meski demikian, terkait ketersediaan vaksin Nadia menjelaskan, Bio Farma masih memproses 23 juta dosis bahan baku vaksin.

Dari 23 juta vaksin ini, sekitar 7 juta akan didistribusi di bulan April.

"Jadi kita masih punya sekitar 16 juta dosis vaksin yang akan dalam proses dan Sinovac tetap akan mengirimkan kembali vaksin itu sebanyak 10 juta di akhir April," terangnya.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas