Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Usung Cak Imin di Pilpres 2024? Ini Jawaban Politikus PKB

Terkait isu capres, Faisol mengakui sedang dibicarakan hampir semua partai politik saat ini.

Usung Cak Imin di Pilpres 2024? Ini Jawaban Politikus PKB
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/1/2020). Pria yang disapa Cak Imin tersebut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan tersangka Hong Artha. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP PKB bakal menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Jakarta pada Kamis (8/4/2021) esok.

Ketua Panitia Mukernas dan Munas Alim Ulama PKB, Faisol Reza mengatakan, kader-kader PKB di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) akan menyampaikan pandangan soal sikap politik PKB di Pemilu 2024.

"Pasti dibahas. Nanti kami bahas besok, akan disampaikan oleh DPW PKB," kata Faisol dalam konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Namun, ia enggan sikap politik yang dimaksud terkait langkah untuk mengusung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2024.

"(Masih) Rahasia," katanya.

Baca juga: Prabowo-Puan Paling Diunggulkan Jadi Capres 2024 versi Polmatrix Indonesia, Raih Dukungan Terbanyak

Baca juga: CSIS: Airlangga Miliki Dua Keunggulan untuk Jadi Capres di 2024

Terkait isu capres, Faisol mengakui sedang dibicarakan hampir semua partai politik saat ini.

Namun, Faisol menegaskan PKB belum fokus membahas hal tersebut.

Menurutnya, saat ini merupakan momentum bagi PKB untuk betul-betul mendukung pemerintah melaksanakan kegiatan pemulihan ekonomi.

Dia berpendapat, semua isu-isu politik yang justru akan membuat hubungan antara parpol dan elemen bangsa terganggu harus dijauhkan lebih dahulu.

"Kita belum tahu kejutan-kejutan besok, karena masing-maising wilayah seperti DPW memiliki pikiran-pikiran yang barangkali bisa akan disampaikan (ke) DPP terkait perkembangan politik," ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas