Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gejolak di Partai Demokrat

Ramai Kabar SBY Daftarkan Merek Demokrat Secara Pribadi, Pengamat: Membenarkan Kesan Politik Dinasti

"Publik akan beranggapan langkah Presiden keenam RI itu justru semakin menegaskan adanya politik dinasti dalam tubuh Partai Demokrat,"

Ramai Kabar SBY Daftarkan Merek Demokrat Secara Pribadi, Pengamat: Membenarkan Kesan Politik Dinasti
istimewa
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menilai bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terkesan ingin membangun Partai Demokrat mirip perusahaan keluarga.

Hal itu ia sampaikan dalam menanggapi beredarnya informasi yang menyebut SBY secara pribadi telah mendaftarkan Partai Demokrat ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menurutnya akan menimbulkan sentimen negatif terhadap SBY dan Demokrat.

Baca juga: Darmizal Sebut Orang Dekat yang Menjerumuskan SBY Mendaftarkan Merek Partai Demokrat

"Publik akan beranggapan langkah Presiden keenam RI itu justru semakin menegaskan adanya politik dinasti dalam tubuh Partai Demokrat," ujarnya, Senin (12/4/2021).

Menurut Karyono, langkah ini di satu sisi bisa dikatakan terobosan baru dalam tradisi partai politik di Indonesia. Tetapi di sisi lain jika pendaftaran nama dengan segala atribut partai diatasnamakan secara pribadi maka hal itu justru semakin meneguhkan bahwa SBY telah membangun dinasti di Partai Demokrat.

Baca juga: Kubu Moeldoko: SBY Linglung Daftarkan Merek dan Lukisan Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual

"Langkah ini justru akan membentuk persepsi publik bahwa SBY sedang membuat partai Demokrat mirip perusahaan keluarga atau Cikeas Corporation," ungkapnya.

Sehingga, kata Karyono, jika langkah SBY mendaftarkan Demokrat sebagai hak intelektual secara pribadi dikabulkan, maka ini menjadi lonceng kematian demokrasi di partai Demokrat.

Sebelumnya, pendiri sekaligus inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Darmizal menyoroti langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan merek Partai Demokrat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham atas nama pribadi.

Menurut Darmizal, tindakan SBY itu merupakan dorongan dari orang dekat yang ingin membuat malu keluarga Cikeas.

Baca juga: Tanggapi Survei SMRC, Demokrat: Pemilih AHY adalah Segmen Pemilih Cerdas

"Saya rasa ini memang sudah jalan dan petunjuk Tuhan, karena tanpa sengaja kami temukan pendaftaran tersebut, ketika Jubir PD KLB membuka link Dijen HKI untuk mencari sesuatu. Atas hal tersebut, saya melihat bahwa ada upaya dari orang dekat SBY, yang memberikan arahan atau masukan tidak tepat, yang tentu dampaknya akan membuat malu Cikeas," kata Darmizal melalui keterangannya, Senin (12/4/2021).

Darmizal menilai, pendaftaran Partai Demokrat ke Kememkumham oleh SBY atas nama pribadi adalah kejadian yang unik, bahkan mungkin sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

Sementara Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan, meminta kubu Moeldoko tak mempermasalahkan langkah SBY mendaftarkan Demokrat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas nama pribadi.

Baca juga: Umar Arsal Bantah SBY Kudeta Anas Urbaningrum

Dikatakan Syarief, SBY memang sebagai pencipta semua apa yang ada di Demokrat. Dari mulai nama, lambang, hingga ideologi partai.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas