Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Irma Chaniago Nilai SYL Mampu Bawa Pertanian Jadi Sektor Andalan

Menurut Irma, alasan mengganti Syahrul dari jabatan Menteri saat ini tidak proporsional, tendensius, juga sarat akan muatan politis.

Irma Chaniago Nilai SYL Mampu Bawa Pertanian Jadi Sektor Andalan
dok. Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada puncak peringatan dies natalis Fakultas Hukum Universitas Hassanudin (Unhas) Makasar, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Politisi Nasdem, Irma Suryani Chaniago menilai kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sejauh ini mampu membawa sektor pertanian menjadi sektor andalan, terutama dalam meningkatkan perekonomian nasional yang sempat turun akibat gejolak pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia.

Karena itu, kata Irma, alasan mengganti Syahrul dari jabatan Menteri saat ini tidak proporsional, tendensius, juga sarat akan muatan politis. Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer.

"Pak, Syahrul itu adalah salah satu menteri di kabinet Jokowi yang memimpin kementrian dengan sangat baik, terutama di era pendemi ini. Beliau berprestasi dan disaat hampir semua kementrian jeblok, kementan justru tumbuh 2,6 peraen. Jadi menurut saya tidak ada alasan untuk mengganti Syahrul karena beliau berprestasi," ujar Irma, Rabu (14/4/2021).

Lebih dari itu, Irma mengatakan bahwa Kementan dibawah pimpinan Syahrul mampu menumbuhkan kemampuan petani, khususnya dalam menjalankan pertanian modern dengan menggunakan alsintan.

"Tugas kementan yang diminta Presiden adalah menjaga ketanahan pangan dan food estate. Dan itu sudah dilaksanakan dengan baik oleh Pak Syahrul. Bahkan soal kesejahteraan petani juga sudah bisa dilihat melalui data BPS," katanya.

Adapun saat ditanya mengenai kebijakan importasi beras, Irma mengatakan kebijakan tersebut bukan ranah Kementerian Pertanian. Sebaliknya, Kementan dengan tegas meminta bulog melakukan penyerapan ketikbang impor.

"Soal import beras, Pak Mentan ini bahkan sudah bicara pada saya, bahwa beliau tidak setuju impor dilakukan, apalagi disaat petani panen raya. Jadi soal impor beras ini tanyakan saja pada menteri perdagangan atau menko perekonomian. Tidak ada urusan Mentan disana," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas