Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Vaksin Nusantara

Besok, Mabes TNI Akan Buka Suara Soal Vaksin Nusantara 

Jajaran kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membuka suara terkait Vaksin Nusantara besok Senin (19/4/2021).

Besok, Mabes TNI Akan Buka Suara Soal Vaksin Nusantara 
Twitter @aburizalbakrie https://twitter.com/aburizalbakrie/status/1382988904710639616/photo/2
Aburizal Bakrie (Ical) telah disuntik vaksin Nusantara langsung oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto pada Jumat (16/4/2021). Belakangan, Vaksin Nusantara Covid-19 yang digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memicu pro kontra di kalangan masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membuka suara terkait Vaksin Nusantara besok Senin (19/4/2021).

Rencananya besok jajaran kesehatan TNI akan menggelar konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Sejumlah pejabat kesehatan TNI yang direncanakan hadir besok antara lain Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Dr dr Tugas Ratmono, Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI dr Albertus Budi Sulistya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad, serta para Kepala Dinas Angkatan.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Menkes Enggan Komentari Vaksin Nusantara

"Akan melaksanakam konferensi pers terkait Vaksin Nusantara Covid-19," kata undangan yang diterima Tribunnews.com pada Minggu (18/4/2021).

Sebelumnya Vaksin Nusantara Covid-19 yang digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memicu pro kontra di kalangan masyarakat.

Sebagian pejabat Anggota DPR RI dan tokoh nasional diketahui telah mendukung penelitian terkait vaksin tersebut dengan menjadi relawan.

Sebanyak sekira 40 anggota DPR RI lintas fraksi menjalani proses pengambilan darah yang merupakan rangkaian dari proses vaksinasi vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta pada Rabu (14/4/2021) lalu.

Di sisi lain, BPOM memberikan penilaian bahwa penelitian terkait Vaksin Nusantara tidak masuk kategori riset ilmiah sesuai standard internasional.

Penilaian BPOM tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah kalangan di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas