Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Legislator Gerindra Ragu Novel Baswedan Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

Namun demikian, Habiburokman menyatakan bahwa dirinya tidak ingin termakan informasi yang tak jelas.

Legislator Gerindra Ragu Novel Baswedan Gagal Tes Wawasan Kebangsaan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap seluruh insan KPK, tahanan, para jurnalis, dan pihak eksternal di lingkungan KPK. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI fraksi Partai Gerindra Habiburokhman merasa ragu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan.

Sebab, Novel Baswedan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

"Kalau tes wawasan kebangsaan itu Pak Novel itu kan alumni Akpol saya pikir ketika masuk Akpol ada pendidikan berjenjang, ada sespimen mungkin sudah diikuti," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Novel dan Sejumlah Pegawai KPK Dikabarkan Bakal Dipecat, Komisi III : Publik Tetap Tenang Dahulu 

"Tapi kok kayaknya sulit kalau enggak lulus. Tapi bagaimanapun itu kewenangan pihak yang melakukan tes tersebut," imbuhnya.

Namun demikian, Habiburokman menyatakan bahwa dirinya tidak ingin termakan informasi yang tak jelas.

Dia lebih memilih menunggu informasi resmi dari lembaga antirasuah tersebut.

"Kita dorong untuk transparan saja hasil tesnya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi terdapat 75 pegawai KPK, termasuk Novel yang disebut tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

Baca juga: Berawal dari Pinjam Novel Karya Andrea Hirata, Wanita Ini Menikah dengan Teman Kuliahnya

Mereka terancam gagal alih status menjadi ASN.

Selain Novel, nama lainnya yang disebut tidak lolos tes ASN, yakni Yudi Purnomo yang dikenal sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK, serta sejumlah Kasatgas penyelidik dan penyidik dari unsur internal lainnya.

Novel mengatakan, upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan.

Baca juga: Novel Tegaskan akan Kembali Walk Out Jika Gus Nur Tidak Juga Dihadirkan di Sidang Siang Ini

Namun, Novel mengaku tak menyangka saat ini upaya tersebut justru dilakukan pimpinan KPK melalui tes ASN.

"Upaya untuk menyingkirkan orang-orang baik dan berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Bila informasi tersebut benar, tentu saya terkejut. Karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh Pimpinan KPK sendiri," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas