Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BKN Tetapkan Kenaikan Pangkat Anumerta PNS Korban KRI Nanggala-402

BKN telah melakukan konfirmasi kepada Kemhan atas salah satu korban insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 yang berstatus sebagai PNS

BKN Tetapkan Kenaikan Pangkat Anumerta PNS Korban KRI Nanggala-402
INSTAGRAM/@kemenpanrb
Foto Suheri yang menjadi korban insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402/BKN telah melakukan konfirmasi kepada Kemhan atas salah satu korban insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 yang berstatus sebagai PNS 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Direktorat Status dan Kedudukan Kepegawaian BKN telah melakukan konfirmasi kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) atas salah satu korban insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Direktur Status dan Kedudukan Kepegawaian BKN, Paryono menjelaskan, berdasarkan usulan meninggal dunia yang disampaikan Kemhan, BKN telah menindaklanjuti status kepegawaian korban bernama Suheri.

Seperti diketahui sebelumnya, Suheri merupakan satu-satunya pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadi awak kapal selam KRI Nanggala-402.

Almarhum diketahui memiliki jabatan terakhir sebagai Kasubbag Senkhus TPO BAG UCOB BAG PAN ARSENAL DISSENLEKAL, pada unit kerja Subbag Senkhus TPO BAG UCOB BAG PAN ARSENAL DISSENLEKAL di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Paryono juga menyebutkan penetapan status kepegawaian dilakukan dengan mengacu pada ketentuan tentang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi ASN.

Baca juga: Istri Prajurit TNI Angkatan Laut Seluruh Indonesia Doa Bersama untuk Awak KRI Nanggala 402

“BKN sudah menerbitkan rekomendasi tewas untuk dipergunakan Instansi dalam menerbitkan surat penetapan tewas. Kemudian surat tewas telah ditindaklanjuti BKN dengan menerbitkan Pertimbangan Teknis (Pertek) Pensiun Janda/Duda dan penetapan Kenaikan Pangkat Anumerta, yakni kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari Golongan/Pangkat Penata Muda Tingkat I (III/B) menjadi Penata (III/C),” terangnya seperti dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut Paryono menjelaskan, bahwa mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo PP nomor 12 tahun 2002, PNS yang dinyatakan tewas diberikan Kenaikan Pangkat Anumerta setingkat lebih tinggi.

Direktur Status dan Kedudukan Kepegawaian BKN, Paryono
Direktur Status dan Kedudukan Kepegawaian BKN, Paryono (Dok BKN)

Pemberian penghargaan Anumerta bagi PNS yang tewas dalam melaksanakan tugas dilakukan berdasarkan Peraturan Kepala BKN Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pedoman Kriteria Penetapan Kecelakaan Kerja, Cacat, dan Penyakit Akibat Kerja serta Kriteria Penetapan Tewas bagi ASN.

Kriteria Pegawai ASN yang ditetapkan tewas sebagai berikut:

1.Meninggal dunia dalam menjalankan tugas kewajibannya yang meliputi :

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas