Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Budiman Sudjatmiko: Alokasikan Anggaran Rp 200 T Untuk Menyelamatkan Generasi Muda Terlalu Murah

Inisiator Bukit Algoritma dan Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa mengeluarkan dana besar untuk pendidikan adalah

Budiman Sudjatmiko: Alokasikan Anggaran Rp 200 T Untuk Menyelamatkan Generasi Muda Terlalu Murah
Istimewa
Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Inisiator Bukit Algoritma dan Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa mengeluarkan dana besar untuk pendidikan adalah hal yang realistis. 

Sebab memang yang sedang dihadapi adalah musibah besar berupa virus covid-19 yang telah menjadi pandemi.

Hal itu disampaikan Budiman saat berbicara dalam acara Live Talkshow Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang diselenggarakan DPP PDIP, Rabu (5/5/2021).

"Jadi memang mengalokasikan anggaran Rp 200 triliun demi kebudayaan baru dalam belajar, itu murah. Anggaran Rp 200 triliun untuk menyelamatkan spesies, generasi itu terlalu murah," kata Budiman.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDIP Agustina Wilujeng mengatakan, pemerintah seharusnya berpikir menyediakan vaksinasi bagi anak, dan secara periodik melakukan tes terhadap anak yang menjalankan sekolah tatap muka. 

Dari sisi anggaran, Agustina mengatakan hal itu bisa diambil dari dana pendidikan yang ada. Atau bisa dilaksanakan dengan realisasi anggaran yang masih belum prioritas. 

Semisal, anggaran sekolah kedinasan bisa ditunda dulu, sebab proses pendidikan SD hingga SMA lebih penting. Pihaknya mengestimasi bahwa Rp 200 triliun bisa disiapkan demi memastikan sekolah tatap muka itu.

Baca juga: Polisi Sebut Ajakan Demo Hardiknas Dilakukan Tersangka Lewat Ponsel

Budiman pun mengatakan, pihaknya juga mendorong agar waktu tak banyak dihabiskan untuk berpikir dan mempertimbangkannya. 

Jika tak segera dilaksanakan, yang akan menjadi korban adalah pendidikan anak yang merupakan generasi depan bangsa.

"Ada 100 juta anak muda Indonesia yang tergantung," kata Budiman.

"It's a peanut," imbuhnya.

Kata mantan legislator PDIP itu, pada periode lalu, pihaknya pernah menyiapkan RUU Data Raksasa dan Pemerintah 4.0. Disitu diatur, jika suatu negara menghadapi bencana nasional, menghadapi perang maupun pandemi, perdebatan alokasi anggaran seharusnya berbasis semata-mata dari masukkan data dan bantuan teknologi untuk menganalisis.

"Bahwa ketika perang atau pandemi yang sifatnya menyeluruh, maka seluruh sektor jangan ada ketinggalan. Dan alokasi anggaran tak perlu diperdebatkan secara keras karena situasi darurat. Jadi let AI decide, biarkan data berbicara," kata Budiman.

Artinya, bila diperlukan, Pemerintah bisa memakai data hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT, untuk bisa menentukan sekolah tatap muka bisa dilaksanakan atau tidak. Dan memang itu membutuhkan alokasi anggaran.

"Kita belum tahu pandemi ini sampai kapan. Namun langkah harus kita ambil," jelas Budiman.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas