Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Operasi Ketupat Jaya 2021, Polri Terjunkan 155 Ribu Personel Gabungan

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik.

Operasi Ketupat Jaya 2021, Polri Terjunkan 155 Ribu Personel Gabungan
WARTAKOTA/Hermawan Handaka
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat melakukan pengecekan Pos Pengamanan (PosPam) di Jalan Tol Kalikangkung, Kecamatan Ngaliyan, Sabtu (30/5/2020). Operasi Ketupat Candi 2020 dan penyekatan kendaraan di wilayah Jawa Tengah masih terus berlangsung. Bahkan, penyekatan juga diperpanjang selama tujuh hari ke depan, bersamaan dengan operasi Ketupat Candi 2020. (Wartakota/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono memimpin gelar apel pasukan operasi Ketupat Jaya 2021 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (5/5/2021).

Dalam sambutannya, dia mengatakan Polri menerjunkan sebanyak 155 ribu personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait. 

"Jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.000 personel gabungan terdiri atas 90.502 personel Polri dan 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, Jasa Raharja dan lain-lain," kata Istiono, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut, personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan.

Baca juga: Sehari Jelang Larangan Mudik, ASDP Merak Operasikan 29 Kapal Roro

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik.

Kemudian, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamtibselcarlantas.

"Serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata dan lain-lain," terang Istiono.

Selanjutnya, Istiono mengatakan, untuk mengantisipasi pelaku perjalanan domestik, maka kegiatan posko akan dimaksimalkan, di antaranya yakni posko di terminal, bandar udara, pelabuhan dan stasiun.

Tentunya, menurut Istiono, pengendalian penyebaran Covid-19 itu melalui pengawasan protokol kesehatan.

Kemudian mengecek dokumen yang harus dimiliki penumpang, yaitu hasil tes Covid-19 paling lambat 1x24 jam, SKIM dan sertifikat vaksinasi. Serta melakukan rapid tes antigen secara acak pada penumpang.

"Mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik maupun denda administrasi. Melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat," pungkas Istiono.

Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas