Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Pengamat: Keseimbangan Ekonomi dan Pembatasan Aktivitas, Cara Tepat Jokowi Tangani Covid-19

Ninoy Karundeng menilai Indonesia salah satu negara dengan wilayah luas dan populasi besar yang baik dalam mengatasi pandemi

Pengamat: Keseimbangan Ekonomi dan Pembatasan Aktivitas, Cara Tepat Jokowi Tangani Covid-19
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan program vaksinasi bagi 1000 pekerja atau buruh di Kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2021. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dan pegiat media sosial Ninoy Karundeng menilai Indonesia salah satu negara dengan wilayah luas dan populasi besar yang baik dalam mengatasi pandemik Covid-19.

Keseimbangan antara kepentingan ekonomi, artinya rakyat harus makan, dengan kepentingan kesehatan, artinya pembatasan aktivitas masyarakat, dilakukan secara tepat.

“Sejak awal untuk mencegah penyebaran Covid-19, urusan politik menjadi tantangan yang luar biasa."

"Jokowi menjadi target untuk dijatuhkan. Pada awal pandemik, pro-kontra soal lock-down dan PSBB menjadi polemik,” kata Ninoy Karundeng dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Kemenkes Atur Waktu Observasi Vaksinasi Covid-19, Kini Hanya 15 Menit

Jokowi, lanjut Ninoy Karundeng, dengan tegas menolak memberlakukan lock-down.

Lock-down membuat konsekuensi seluruh rakyat dilarang melakukan aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi.

Jokowi menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang memiliki dasar hukum kekarantinaan kesehatan.

Dasar hukum menjadi pertimbangan penting untuk menghindari serangan politik.

Politisasi harus dihindari. Jokowi pun memahami karakter masyarakat. Bandel. Tidak patuh. Ngeyel.

Baca juga: Survei Indikator Ungkap 63,7% Publik Puas Terhadap Kinerja Jokowi Tangani Pandemi 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas