Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Sebut Ajakan Demo Hardiknas Dilakukan Tersangka Lewat Ponsel

Polda Metro Jaya menetapkan 9 orang sebagai tersangka terkait unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Polisi Sebut Ajakan Demo Hardiknas Dilakukan Tersangka Lewat Ponsel
Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menetapkan 9 orang sebagai tersangka terkait unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Risat, dan Teknologi (Kemndikbudristek), Jakarta Pusat , Senin (3/5/2021).

Dari kesembilan tersangka tersebut, lima orang berstatus mahasiswa dan empat lainnya buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

"Bahkan ada yang memanggil (untuk ikut aksi) di sini. Setelah kita buka, kita periksa handphonenya, dia yang mengajak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (5/5/2021)

Seruan tersebut, dikatakan Yusri, ditujukan kepada teman-teman KASBI.

Baca juga: Polisi Jerat 9 Orang Demo Saat Hardiknas Pakai UU Wabah Penyakit Menular

Soal informasi bahwa kesembilan orang tersebut diperiksa tanpa pendamping hukum, Yusri membantah hal tersebut.

"LBH saja ada di situ, bahkan menawarkan diri menyampaikan bahwa dia jadi pengacara. Didampingi pada saat diperiksa," tuturnya.

Yusri meminta kepada mahasiswa dan buruh untuk mematuhi peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: Unjuk Rasa Hardiknas di Makassar Dibubarkan, Leher Mahasiswa UINAM Dipiting Polisi

"Menyampaikan pendapat di muka umum boleh. Ada aturan perundang-undangan, tetapi hak untuk mengerti kewajiban untuk sehat ini sekarang ini, situasi pandemi Covid-19 ini juga harus dimengerti, jangan jadi kluster," katanya.

"Kita sudah jenuh ini, dua tahun kita merasakan bagaimana Covid 19 ini jangan sampai seperti India, negara India. Apa mau negara kita seperti negara India?" katanya.

Diketahui, kesembilan mahasiswa dan buruh tersebut ditetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 14 UU Nomor 4 ahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, serta Pasal 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman 4 bulan penjara.

Namun kesembilannya tidak ditahan dan telah dipulangkan.

Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas