Tribun

Penanganan Covid

Punya Anak Dokter, Kepala BKN Turut Rasakan Kesedihan Keluarga ASN yang Tewas Karena Covid-19

Bima Haria mengatakan setiap anaknya berpamitan untuk bertugas, ia selalu diliputi rasa cemas dan khawatir.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Punya Anak Dokter, Kepala BKN Turut Rasakan Kesedihan Keluarga ASN yang Tewas Karena Covid-19
screenshot
Kepala BKN Bima Haria Wibisana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KemenPAN RB bersama BKN dan PT Taspen pada hari ini menyerahkan penghargaan dan santunan kepada 8 ASN yang tewas dalam penanganan Covid-19 di kantor KemenPAN RB, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam penyampaiannya mengatakan turut merasakan kesedihan keluarga ASN yang ditinggalkan karena tewas saat bertugas menangani pasien yang terinfeksi Covid-19.

Apalagi dirinya memiliki anak yang berprofesi sebagai dokter. 

Bima Haria mengatakan setiap anaknya berpamitan untuk bertugas, ia selalu diliputi rasa cemas dan khawatir.

"Anak saya dokter di RSUD Pasar Minggu. Setiap hari pamit kepada orang tuanya untuk bekerja di Rumah Sakit menjadi garda terdepan menangani covid," kata Bima mengawali ceritanya.

"Betapa setiap hari kami khawatir. Apalagi orang-orang yang dicintainya tewas dalam tugas," lanjutnya.

Bima Haria Wibisana mengatakan Kemenpan RB dan BKN bergerak cepat untuk mengidentifikasi siapa saja yang tewas dalam pandemi dan didefinisikan sesuai dengan tugas-tugasnya.

Kepala BKN mengatakan tewas dalam hal ini memiliki arti khusus dan bukan meninggal dunia biasa.

Seorang ASN dapat dikatakan tewas dengan beberapa syarat. 

Pertama, yang bersangkutan meninggal dunia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Kedua, meninggal dunia dalam keadaan yang ada hubungannya dengan dinas. Ketiga, meninggal karena perbuatan anasir yang tudak bertanggung jawab.

Baca juga: Ke Wisma Atlet, Pimpinan Komisi IX DPR Cek Kesiapan Skenario Terburuk Gelombang Kedua Covid-19

"Covid-19 ini juga bisa disebut anasir. PNS yang tewas (yang akan diberikan penghargaan dan santunan) ini memenuhi 2 unsur. Meninggal karena menjalankan tugas dan anasir yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Para ASN yang mendapat penghargaan pada hari ini yakni: 

ALMH. dr Elianna Widiastuti, ASN Pemkot Semarang,
ALM. dr Sang Aji Widi Aneswara, ASN dari Pemkot Semarang,
ALM. Muh. Rodhi, ASN Pemkot Semarang,
ALM. Nuryanta, ASN Pemkab Blora,
ALM. Hery Prasetyo, ASN Pemkab Blora,
ALM. Wuryanto Hadi Pranoto, ASN Pemkab Purworejo, 
ALM. Destara Putra Awalukita, ASN dari Kementerian Kesehatan,
ALM. Soehendro ASN dari Kementerian Kesehatan.

Kesemuanya merupakan tenaga kesehatan di garda terdepan yang menangani pasien selama pandemi Covid-19, baik dokter maupun perawat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas