Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Siswa Diusulkan Divaksin dan Dites Covid-19

PDI Perjuangan mendorong agar Pemerintah menaikkan rasa kepercayaan publik dengan sekolah tatap muka. 

Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Siswa Diusulkan Divaksin dan Dites Covid-19
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
BELAJAR TATAP MUKA - Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SD N Pekunden Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/4/21). Setidaknya ada tiga kelas yang mengikuti pembelajaran tatap muka yaitu kelas tiga, empat dan lima sedangkan untuk kelas enam ujian daring. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim, mengatakan Pemerintah mengajak seluruh warga masyarakat menyukseskan program pendidikan tatap muka yang akan dilaksanakan secara perlahan sesuai kondisi masing-masing wilayah. 

Jangan sampai Indonesia makin terpuruk dalam akibat fenomena learning loss pada anak Indonesia.

Pemerintah didorong menaikkan rasa kepercayaan publik dengan sekolah tatap muka. 

Misalnya dengan mendorong vaksinasi anak atau tes antigen/PCR untuk anak yang didanai oleh anggaran pendidikan.

Baca juga: Kronologi Anggota DPRD di Sulawesi Berkelahi Saat Rapat, Ketua PDIP Pukul Politisi PAN dan PBB

Wakil Ketua Komisi X DPR dari PDIP, Agustina Wilujeng mengatakan bahwa salah satu masalah soal sekolah tatap muka adalah karena belum terbangunnya kepercayaan (trust). 

Sebab tak satupun tes antigen atau PCR yang dilakukan sebelum sekolah dibuka.

Masalahnya adalah di anggaran. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, saat menjadi presiden, sudah tegas mengeluarkan aturan soal 20 persen dana pendidikan dari APBN. 

Pada 2021, anggaran pendidikan itu sebesar Rp 550 triliun. Dari angka itu, menurut Agustina, masih ada Rp 200 triliun yang mungkin bisa dialokasikan dulu untuk anak-anak sekolah tatap muka. 

Hal itu disampaikan Agustina saat berbicara dalam acara Live Talkshow Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 pada Rabu (5/5/2021).

"Karena sudah setahun ini tidak sekolah. Waktu yang panjang dan telah menghilangkan kesempatan anak anak mempelajari segala sesuatu. Anak-anak tak hanya harus divaksin tapi juga test swab. Kita jadi tahu anak anak bebas covid atau tidak," kata Agustina.

"20 persen itu milik pendidikan nasional, kita dalam situasi bencana, kenapa tidak diprioritaskan ke situ?" tambahnya.

Agustina pun mendorong, Pemerintah berani mengambil terobosan peraturan yang memasukkan pendidikan diprioritaskan saat bencana terjadi. 

Selama ini, yang dimasukkan sebagai prioritas adalah sektor kesehatan, pangan, pemerintahan daerah, dan perkembangan ekonomi.

"Tapi pendidikan tidak ada," kata Agustina.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas