Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Hakim Agung

Tiga Jenderal Bintang Satu Calon Hakim Agung Kamar Militer Lolos Seleksi Kualitas

tiga orang jenderal bintang satu Calon Hakim Agung Kamar Militer lolos pada seleksi yang dilakukan secara daring 14 sampai 16 April 2021 lalu.

Tiga Jenderal Bintang Satu Calon Hakim Agung Kamar Militer Lolos Seleksi Kualitas
WIKI
Gedung Mahkamah Agung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Yudisial RI mengumunkan hasil Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung RI secara daring pada Rabu (5/5/2021).

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial RI Siti Nurdjanah mengumumkan sebanyak tiga orang jenderal bintang satu Calon Hakim Agung Kamar Militer lolos pada seleksi yang dilakukan secara daring 14 sampai 16 April 2021 lalu.

Ia mengatakan Seleksi Kualitas terdiri dari beberapa komponen yang dipakai untuk mengukur kualitas Calon Hakim Agung.

Komponen tersebut, kata dia, di antaranya adalah mengenai Karya Profesi, Kemudian Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), Tes Karya Tulis, Tes Kasus Hukum, dan Tes Objektif.

Dari 113 jumlah peserta yang ikut tes kualitas yang dinyatakan lulus ada 45 orang.

Para peserta yang lolos hasil seleksi diharapkan dapat mengisi 13 lowongan Hakim Agung yang terdiri dari dua Hakim Agung Agung Kamar Perdata, delapan Hakim Agung Kamar Pidana, satu Hakim Agung Kamar Militer, dan dua Hakim Agung Tata Usaha Negara khusus pajak.

"Untuk Kamar Militer yang mengikuti tes tiga orang, formasinya satu, tiga-tiganya lulus," kata Siti pada Rabu (5/5/2021).

Tiga orang tersebut yakni Brigjen TNI Dr. Slamet Sarwo Edy, S.H., M.Hum yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Kedua adalah Brigjen TNI Dr. Tama Ulinta Br Tarigan, S.H., M.Kn. yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.

Ketiga adalah Brigjen TNI Dr. Tiarsen Buaton, S.H.,L.L.M yang saat ini menjabat sebagai Dosen Sekolah Tinggi Hukum Militer Ditkumadd.

Baca juga: Hakim MK Bilang Jokowi Siapkan DIM RUU KPK Kurang dari 24 Jam, Padahal Punya Waktu 60 Hari

Bagi para peserta yang dinyatakan lulus, kata dia, akan mengikuti tes tahap ketiga yaitu tes kesehatan, test assesment, dan rekam jejak.

"Pemeriksaan kesehatan ini Komisi Yudisial bekerja sama dengan Rumah Sakit Pemerintah yaitu RSPAD Gatot Soebroto. Tentunya menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat karena tidak bisa daring dan peserta akan datang dan melampirkan Tes PCR yang masih valid," kata Siti.

Untuk test profile assesment, kepribadian, dan kompetensi akan dilakukan secara daring karena kondisi belum memungkinkan tatap muka.

"Untuk test rekam jejak melibatkan beberapa lembaga di antaranya masyarakat, KPK, PPATK dan Mahkamah Agung," kata Siti.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas