Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KSP Apresiasi Respon Cepat Kemlu Selamatkan 76 WNI Korban Penyekapan di Kamboja

Misi penyelamatan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan inklusif dilakukan negara, tanpa memandang status keimigrasian di luar negeri.

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi respon cepat Kementerian Luar Negeri terkait  penyelamatan 76 orang pekerja migran Indonesia (PMI) dari penyekapan di Kamboja

Kasus ini bermula dari aduan perwakilan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Pontianak yang ditujukan pada Kantor Staf Presiden.

"Misi penyelamatan yang masif dan rumit ini merupakan cerminan dari komitmen Presiden untuk ‘menghadirkan Negara’ dalam melindungi segenap warga negara secara inklusif dan paripurna sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi," tutur Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP Ruhaini Dzuhayatin di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: 1 WNI Meninggal di UEA, Kemlu RI Catat 4.545 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri

Ruhaini menjelaskan misi penyelamatan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan inklusif dilakukan negara, tanpa memandang status keimigrasian di luar negeri, termasuk para korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

Selain itu menurutnya perwakilan Indonesia di luar negeri terus mengawal kasus tersebut sehingga para korban mendapatkan perlindungan dan keadilan sampai mereka kembali ke tanah air. 

Baca juga: Retno Marsudi: 64 Persen PNS Kemlu RI Tahun 2020 Adalah Perempuan

Ruhaini menambahkan, Kantor Staf presiden memberikan apresiasi yang tinggi kepada  Duta Besar dan pejabat di KBRI Phnom Penh serta Direktur dan pejabat PWNI Kemlu.

Demikian pula, kepada Menteri luar Negeri yang terus menguatkan pelindungan WNI sebagai misi diplomasi Indonesia di luar negeri.

"Apresiasi yang sama disampaikan kepada seluruh Perwakilan Indonesia di luar negeri yang telah mengemban misi perlindungan WNI dengan kasus-kasus yang beragam seperti penyelamatan anak buah kapal ikan dari praktek yang disebut sebagai bentuk ‘perbudakan modern’ sampai masalah PMI yang menghadapi hukuman mati serta masalah kompleks lainnya," katanya.

Ruhaini menyampaikan, informasi adanya penyekapan 76 PMI bermula dari SBMI Pontianak kepada KSP yang diteruskan pada Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Kementerian Luar Negeri.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas