Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Alasan Polri Sempat Amankan Cleaning Service Pembuat Konten Provokasi Palestina

HL akhirnya dibebaskan usai penyidik Polri mempertimbangkan menyelesaikan kasus tersebut secara musyawarah

Alasan Polri Sempat Amankan Cleaning Service Pembuat Konten Provokasi Palestina
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan 

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto menyampaikan pemberhentian penanganan perkara itu setelah Polri melakukan gelar perkara untuk menyelesaikan kasus secara restorative justice atau musyawarah.

"Gelar perkara sudah selesai, kasus Ucok diselesaikan melalui restorative justice," kata Artanto saat dikonfirmasi, Kamis (20/5/2021).

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes pol Ahmad Ramadhan menyampaikan pertimbangan penyelesaian kasus HL secara musyawarah karena tersangka mengaku telah menyesal telah membuat konten provokasi.

Menurut Ahmad, pelaku juga telah meminta maaf kepada masyarakat atas video yang dibuatnya tersebut. Sebaliknya, penangguhan penahanan pelaku juga telah dikabulkan oleh Polri.

"Pertimbangan adanya permintaan maaf pelaku dan ketidakpahaman pelaku terhadap permasalahan yang terjadi," pungkasnya.

Sebagai informasi, HL yang juga berprofesi sebagai cleaning service itu ditangkap usai konten provokasi terkait Palestina viral di media sosial Tiktok pada Sabtu 15 Mei 2021 lalu.

Usai ditangkap, HL mengakui kesalahannya tersebut. Dia mengaku membuat konten itu hanya sekadar iseng belaka.

Akibat perbuatannya, HM alias UC sempat terancam dijerat pasal 28 ayat (2) jo pasal 5 ayat (2) UU ITE dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas