Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BSSN Datangi Bareskrim Bicarakan Kasus Kebocoran 279 Juta Data Penduduk

Kepala Pusat Operasi Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen Ferdinand Mahulette mendatangi gedung Bareskrim Polri, Jakarta pada Senin (2

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in BSSN Datangi Bareskrim Bicarakan Kasus Kebocoran 279 Juta Data Penduduk
Tribunnews.com, Igman Ibrahim
Kepala Pusat Operasi Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen Ferdinand Mahulette 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Operasi Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen Ferdinand Mahulette mendatangi gedung Bareskrim Polri, Jakarta pada Senin (24/5/2021).

Dia tampak ditemani oleh sejumlah jajaran BSSN. Adapun kedatangannya untuk membahas perihal dugaan kasus kebocoran data 279 juta penduduk yang diduga dari BPJS Kesehatan.

"Sebenernya kami gak punya kapasitas untuk ngomong itu. Cuman emang tadi kami pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS Kesehatan. Itu aja yang bisa kami sampaikan," kata Ferdinand di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (24/5/2021)

Lebih lanjut, Ferdinand menyampaikan kasus dugaan kebocoran data itu masih dalam tahap penyelidikan. Kedatangannya pun hanya dalam kapasitas sebagai ahli.

"Sampai saat ini kami masih penyelidikan. Kami menyampaikan dari kapasitas ahli," ungkap dia.

Namun demikian, dia mengaku enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai kasus tersebut. Termasuk perihal dugaan adanya kelalaian dari pihak BPJS Kesehatan.

"Kami sepakat tidak akan sampaikan itu dulu," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Ferdinand menambahkan BSSN masih menunggu hasil penyelidikan yang tengah dilakukan Polri.

Baca juga: Tjahjo Kumolo Dukung Kemkominfo Usut Tuntas Dugaan Kebocoran Data BPJS Kesehatan

"Kami tidak berani ngomong karena sementara kami sepakat dengan adanya investigasi dulu," tukasnya.

Sebagai informasi, Polri telah membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan untuk kasus kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia. Data yang bocor itu diduga berasal dari BPJS Kesehatan.

Data tersebut diduga bocor dan diperjualbelikan di forum internet. Data itu mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas