Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Munas Kadin

Kaya Sumber Daya Alam, Arsjad Rasjid Sebut Indonesia Tangguh Hadapi Dampak Pandemi

Arsjad Rasjid menyebutkan bahwa Indonesia termasuk sebagai negara yang tangguh menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Kaya Sumber Daya Alam, Arsjad Rasjid Sebut Indonesia Tangguh Hadapi Dampak Pandemi
Ist
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid menyebutkan, Indonesia termasuk sebagai negara yang tangguh menghadapi dampak pandemi Covid-19. Memiliki sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga memiliki daya tawar lebih tinggi di kancah global.

Disebutkan Arsjad, Indonesia memiliki lumbung pangan sendiri sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, sebagai negara archipelago, Indonesia memiliki potensi besar mulai dari sektor pertanian hingga kelautan.

"Indonesia punya kekayaan sumber daya alam. Kita punya semuanya, termasuk sektor pertanian, kelautan. Dari sisi populasi, kita punya pasar yang begitu besar. Ditambah kita juga siap menyambut demografi, formula ini tak dimiliki negara lain,” kata Arsjad Rasjid.

Indonesia, ungkap Arsjad, juga merupakan negara yang kaya mineral. Dicontohkannya, di era di mana derap teknologi berderap maju, hampir seluruh piranti penggerak teknologi membutuhkan baterai yang mineralnya dihasilkan oleh Indonesia.

"Teknologi itu pasti pirantinya butuh baterai dan lain-lain. Boleh semua menciptakan teknologi, tapi apa yang bisa dilakukan tanpa mineral. Kita punya mineral, ini kekayaan yang tidak dimiliki negara lain,” ujar Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk ini.

Ketangguhan Indonesia di masa pandemi ini, bisa dilihat dari nilai ekspor yang masih mencatatkan nilai positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada April 2021 mencapai USD 18,48 miliar, naik 0,69 persen dibanding ekspor Maret 2021. Sementara jika dibandingkan April 2020, nilai ekspor naik cukup signifikan sebesar 51,94 persen.

Ekspor nonmigas Indonesia pada April 2021 mencapai USD 17,52 miliar, atau naik 0,44 persen dibanding Maret 2021. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas April 2021 terhadap Maret 2021 terjadi pada besi dan baja sebesar USD 246,2 juta (17,50 persen).

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2021 mencapai USD 67,38 miliar atau naik 24,96 persen dibanding periode yang sama pada 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD 63,78 miliar atau naik 24,84 persen.

Ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari–April 2021 naik 25,96 persen dibanding periode yang sama pada 2020. Demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,75 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 19,66 persen.

Sedangkan berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas April 2021 terbesar adalah ke Tiongkok sebesar USD 3,93 miliar, disusul Amerika Serikat USD 2,03 miliar dan Jepang USD 1,32 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,56 persen. Adapun ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 3,59 miliar dan USD 1,39 miliar. (*)     

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas