Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Salah Kirim Peringatan Dini Tsunami dan Gempa M 8,5, BMKG Sebut Sistem Diduga Error

BMKG mengklarifikasi soal adanya pesan peringatan dini tsunami akibat gempa dengan magnitudo 8,5 di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daryono
zoom-in Salah Kirim Peringatan Dini Tsunami dan Gempa M 8,5, BMKG Sebut Sistem Diduga Error
BMKG
Ilustrasi peringatan dini tsunami 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi soal adanya pesan peringatan dini tsunami akibat gempa dengan magnitudo 8,5 di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah.

BMKG menyatakan pesan peringatan dini tsunami itu tidak benar. 

Informasi yang dihimpun Tribunnews.com, Kamis (27/5/2021), pesan peringatan dini tsunami itu berbunyi sebagai berikut:

"Peringatan Dini Tsunami di Jatim, NTB, Bali, NTT, Jateng, Gempa Mag;8.5, 04-Jun-21 10:14:45WIB, Lok: 10.50LS 114.80BT, Kdlmn:10km::BMKG."

Dalam rilisnya, Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana menyatakan kesalahan pengiriman pesan peringatan dini tsunami itu diduga karena sistem eror sehingga membuat terkirimnya peringatan dini tsunami tersebut.

Baca juga: Info BMKG Kamis, 27 Mei 2021: Waspada Gelombang Tinggi di Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kep. Nias

Saat ini, BMKG sedang menelusuri dan berkoordinadi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kemungkinan besar terjadi "sistem error" bpk/ibu, sedang kami telusuri dan berkoordinasi dgn kominfo RI.."

Rekomendasi Untuk Anda

"Mohon maaf terjadi kesalahan system pengiriman TEST--Peringatan Dini Tsunami di JATIM,NTB,BALI,NTT,JATENG,...::BMKG," tulisnya. 

Sementara itu di akun twitternya, @DaryonoBMKG, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan Pusat Gempa Nasional/InaTEWS BMKG Jakarta. 

BMKG sedang menginvestigasi kasus salah kirim peringatan dini tsunami tersebut. 

"Pusat Gempa Nasional/InaTEWS BMKG Jakarta saat ini dalam kondisi aman. Maslah ini sedang kita investigasi," tulisnya. 

(Tribunnews.com/Daryono)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas