Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menlu Retno Sebut Seluruh Negara Alami Keterlambatan Pengiriman Vaksin Covid-19

Retno Marsudi mengungkap bahwa negara-negara di dunia tengah mengalami keterlambatan pengiriman vaksin Covid-19. 

Menlu Retno Sebut Seluruh Negara Alami Keterlambatan Pengiriman Vaksin Covid-19
Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkap bahwa negara-negara di dunia tengah mengalami keterlambatan pengiriman vaksin Covid-19

Menurut Retno, salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya kasus Covid-19 di India.

Hal ini disampaikan Retno saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

"Salah satu tantangan yang dihadapi seluruh negara di dunia adalah keterlambatan pengiriman vaksin baik dari jalur bilateral maupun multilateral," kata Retno.

Retno menjelaskan, keterlambatan pengiriman vaksin itu disebabkan, kapasitas produksi yang masih terbatas.

Selain itu, restriksi ekspor dari negara produsen termasuk India terhambat karena kasus Covid-19 di negara tersebut meningkat. Sehingga, kebutuhan dosis vaksin belum memenuhi kuota dalam komitmen awal.

"Sebagai contoh, vaksin Astrazeneca yang diproduksi Serum Institute India hanya terkirim 18 persen dari komitmen awal. Sementara vaksin Astrazeneca oleh SK Bio Korsel hanya mencapai 50 persen dari komitmen awal," beber Retno.

Baca juga: Konflik Palestina-Israel, Menlu Retno Marsudi Serukan 3 Langkah yang Perlu Diambil PBB

Sementara, Retno mengatakan, pemerintah telah berhasil mengamankan lebih dari 91 juta dosis vaksin. Tentunya, vaksin itu terdiri dari 3 jenis.

"Jumlah tepatnya yakni 91.910.500 dosis vaksin," ucap Retno.

"Yang terdiri dari vaksin Sinovac sebesar 84.500.000 dosis. Vaksin Astrazeneca yang diperoleh dari Covax Facility secara gratis jumlahnya 6.410.500 dosis dan Sinopharm dengan jumlah 1.000.000 dosis," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas