Tribun

Virus Corona

Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Zifivax Ditargetkan Selesai Juni 2021

Kemarin, Jumat (4/6)/2021) dilakukan pemberian vaksin Zifivax dosis ketiga di beberapa rumah sakit penelitian.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Zifivax Ditargetkan Selesai Juni 2021
Istimewa
Inspeksi Kepala BPOM RI ke RS Immanuel Bandung sebagai salah satu rumah sakit satelit untuk uji klinis. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Uji klinis vaksin Zifivax telah memasuki tahap ketiga.

Kemarin, Jumat (4/6)/2021) dilakukan pemberian vaksin dosis ketiga di beberapa rumah sakit penelitian.

Juru Bicara Uji Klinis Vaksin Zifivax dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Muhammad Faisal mengatakan sejak rekrutmen perdana pada 26 Februari 2021 hingga 8 April 2021 pihaknya telah merekrut 2.000 relawan uji klinis.

Jumlah tersebut  sesuai dengan target awal uji klinis ini.

“Saat ini kami sedang dalam fase kunjungan (visit) pemberian dosis ketiga. Terhitung per 5 Juni 2021 sebanyak 1420 relawan sudah mendapatkan dosis ketiga,” ujarnya melalui sambungan telepon di Jakarta, Sabtu (5/6/2021).

Faisal mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi efektivitas perlindungan dan keamanan Vaksin dalam mencegah Covid-19 pada orang berusia 18 tahun ke atas kepada 2.000 relawan.

Baca juga: STIKI Indonesia Gelar Vaksinasi Massal bagi Mahasiswa dan Warga Sekitar

Sebanyak 200 dari 2000 relawan tersebut akan dievaluasi respons imunitas tubuh (imunogenisitas) terhadap  virus dari Vaksin tersebut ketika divaksinasi  pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Dia mengatakan bahwa uji klinis tahap 3 ini dilakukan di 5 negara termasuk Indonesia.

Uji klinis tahap 1 dan 2 telah dilakukan di Negara produsen yaitu di China.

“Untuk uji klinis di Indonesia dilakukan di Jakarta dan Bandung dengan masing-masing target 2000. Saat ini uji klinis di Bandung telah memasuki tahap pemberian dosis ketiga (dosis terakhir). Target proses kunjungan untuk pemberian dosis ketiga memang ditargetkan selesai Bulan Juni ini,” ujarnya.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Merah Putih Jadi Riset Prioritas di BRIN

Dokter Faisal menjelaskan apabila sudah selesai pemberian dosis ketiga, relawan akan diobservasi terkait kesehatannya selama 12 bulan ke depan melalui kontak telepon oleh tim survailens.
Relawan juga diminta kesediaannya untuk memberikan informasi mengenai kesehatannya setiap seminggu sekali dengan cara mengisi google form.

Sejauh ini, dikatakannya, tim tidak menemui kendala berarti dalam proses pengujian tersebut.

Hanya saja, kendala yang dihadapi oleh tim di lapangan yaitu menyesuaikan jadwal kunjungan dengan para relawan yang telah dijadwalkan untuk pemberian vaksin.

Alasannya, kegiatan dan pekerjaan relawan berbeda-beda dan jadwal kunjungan memang dilakukan di hari dan jam kerja.

Baca juga: Karyawan Beserta Keluarga Daihatsu Menerima Vaksinasi Covid-19

Dia berharap uji klinis tersebut dapat memberi hasil yang baik sehingga dapat membantu pemerintah dalam penyediaan vaksin sebagai upaya pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia.

“Kami juga berharap dapat secepatnya mengajukan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dan mendapat persetujuan dari BPOM sehingga vaksin ini dapat digunakan di Indonesia,” ujarnya.

Untuk uji klinis di Bandung dilakukan di 6 rumah sakit tempat uji klinis yakni di RSUP Hasan Sadikin, RS Immanuel, RSIA Limijati, RS Advent, RSUD Al Ihsan, dan RS Unggul Karsa Medika.

Uji coba klinis vaksin Zifivax sejauh ini telah mendapatkan izin Komite Etik dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas