Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wapres Ma'ruf: Tugas Kita Bukan Mencari Kehormatan dan Kekuasaan

Jika umat menginginkan kemuliaan untuk bangsa Indonesia, para ulama perlu menyatukan barisan dan membangun ukhuwah islamiah.

Wapres Ma'ruf: Tugas Kita Bukan Mencari Kehormatan dan Kekuasaan
Istimewa
Wakil Wakil Presiden Maruf Amin dalam webinar series Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) Seri 2. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi yang menjalankan peran sebagai pelayan umat (khâdimul ummah) dan mitra pemerintah (shadîqul hukûmah), dituntut untuk terus mengupayakan perbaikan-perbaikan umat (ishlahul ummah).

Namun, perjuangan tersebut harus lebih dioptimalkan agar efektif membuahkan hasil. Untuk itu, MUI harus senantiasa memperbaiki niat dan gerakannya.

“Kita jadikan momentum [halalbihalal] untuk melakukan penilaian kembali dan kita harus kembali kepada tugas utama kita, yaitu ishlahul ummah. Mudah-mudahan kita bisa merenungkan kembali langkah-langkah yang lebih baik, yang positif, kembali ke pangkal kita lagi,” kata Ma'ruf saat menghadiri secara virtual Silaturahim dan Halalbihalal Nasional MUI, Rabu (09/06/2021).

Baca juga: Sekjen Partai Pendukung Jokowi-Maruf Buka Bersama: Semoga Makin Solid

Dalam kesempatan yang dihadiri oleh pimpinan MUI pusat dan provinsi tersebut, Ma'ruf mengingatkan niat yang mendasari semua langkah tersebut adalah keridaan Allah.

“Tugas kita tidak mencari kehormatan, bukan juga mencari kekuasaan, tapi melakukan perbaikan-perbaikan dengan niat mencari keridaan. Kemuliaan, kekuasaan itu adalah langkah ketuhanan. Itu pemberian Tuhan kepada mereka yang berjuang dengan sungguh mencari keridaan,” tegasnya.

Menurutnya, jika umat menginginkan kemuliaan untuk bangsa Indonesia, para ulama perlu menyatukan barisan dan membangun ukhuwah islamiah.

“Yang juga penting adalah bagaimana menyatukan umat, bagaimana menjaga perbedaan supaya tidak menjadi sumber perpecahan dan perselisihan,” tambahnya.

Sebagai bagian membangun umat yang kuat, Ma'ruf mengajak seluruh jajaran MUI untuk terus mengimbau masyarakat menjaga diri selama pandemi Covid-19 ini
dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, dan melakukan vaksinasi.

Baca juga: Harta Kekayaan Muhammad Rapsel Ali, Menantu Maruf Amin yang Digadang-gadang Jadi Menteri Baru Jokowi

“Syekh Nawawi al-Bantani mengatakan, berobat dan menjaga diri daripada wabah itu adalah wajib. Kepasrahan kepada Allah tidak meniadakan upaya lahiriah-lahiriah yang kita lakukan. Karena itu, menjadi kewajiban kita untuk memberikan pencerahan, membimbing umat supaya menaati protokol kesehatan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wapres menekankan pentingnya memohon pertolongan (inayah) Allah dalam setiap langkah perjuangan.

“Rasulullah mengatakan istainbillah, mintalah kepada Allah inayah. Oleh karena itu, halal bihalal menjadi saat kita melakukan introspeksi dan bagaimana kita mengembalikan kepada khittah nabawiyah supaya kita memperoleh pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas