Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Nova Dukung Peringatan Ketua DPR Puan Maharani Soal Pentingnya Transparansi Penanganan Covid

Menurut Nova, ingatan yang dilontarkan Puan tersebut menunjukkan tanda sensitivitas serta kepedulian Ketua DPR RI terhadap persoalan yang tengah...

Nova Dukung Peringatan Ketua DPR Puan Maharani Soal Pentingnya Transparansi Penanganan Covid
freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Transparansi kondisi dan data dalam pencegahan penularan dan penanggulangan pandemi Covid-19 merupakan hal yang mutlak ada dan menjadi prasyarat untuk suksesnya program tersebut.

Karena itu, jajaran pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintahan desa seharusnya transparan dalam menyajikan dan melaporkan data kondisi dan jumlah penderita Covid-19 di daerah masing-masing. 

Pernyataan tersebut dilontarkan Direktur Eksekutif Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, sebagai dukungan penuh atas peringatan yang dinyatakan Ketua DPR RI Puan Maharani kepada para pemimpin pemerintahan di daerah, terutama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota belum lama ini.

Menurut Nova, peringatan yang dilontarkan Puan tersebut menunjukkan tanda sensitivitas serta kepedulian Ketua DPR RI terhadap persoalan yang tengah merongrong dan menyulitkan kehidupan masyarakat tersebut.

Baca juga: DPR Dukung Segala Upaya untuk Tangani Covid-19

Nova juga mengapresiasi gerak cepat Puan merespons kejadian melonjaknya angka penderita Covid-19 di Kudus, dengan cara membagikan secara cuma-cuma 20 ribu dosis vaksin Covid-19 sebagai dorongan untuk diadakannya percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah. 

“Artinya, Ketua DPR RI tidak hanya bisa mengingatkan, sesuatu yang menjadi tugas beliau sebagai pimpinan lembaga legislatif tertinggi, melainkan pula membantu pihak eksekutif di Jawa Tengah untuk sesegera mungkin mencapai tingkat persentasi warga yang divaksinasi, yang akan memungkinkan terbetuknya imunitas kelompok atau herd immunity,” ungkap Nova dalam keterangan tertulisnya. 

Nova memuji Puan yang menurutnya sangat sensitif terhadap persoalan transparansi dalam pelaporan kondisi dan data penderita Covid-19.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tambah 2 Ribu Tempat Tidur

“Sudah menjadi rahasia umum, di beberapa desa, warga yang meninggal karena Covid dilaporkan meninggal karena sakit yang lain, hanya agar desa tersebut tidak dimasukkan ke dalam zona merah yang menurut mereka mencoreng nama desa tersebut. Tentu saja hal itu salah dan merugikan, bukan hanya untuk desa itu, tetapi secara nasional,” kata Nova. 

Sementara, Nova mengingatkan, data dan kondisi riil tentang Covid di daerah, akan memengaruhi data di tingkat nasional, serta berdampak langsung kepada kebijakan pemerintah pusat.

Karena itu, dikatakannya sangat benar yang diingatkan Ketua DPR RI Puan Maharani, agar persoalan kondisi dan data ini dilaporkan secara transparan, tak perlu ditutupi agar solusi yang dianggap pemerintah (pusat) pun tepat.

"Kita tahu, dalam proses pengambilan keputusan ada istilah garbage in, garbage out. Kalau infonya salah, solusi yang diambil pun bisa melenceng," tuturnya.

Sebagaimana beredar luas di media massa, Puan Maharani belum lama ini meninjau dan melakukan proses percepatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Balai Kota Solo.

Di lokasi tersebut, selain dilakukan vaksinasi terhadap 690 orang yang merupakan guru, warga lanjut usia (lansia), difabel, pedagang kaki lima, pelaku pariwisata, pekerja media, dan masyarakat lainnya, Puan memberikan bantuan 20 ribu dosis vaksin untuk tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Boyolali, Sukoharjo dan Klaten.

Pada kesempatan itulah Puan mengingatkan agar semua kepala daerah harus terbuka terhadap kondisi penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Menurut Puan, keterbukaan informasi itu akan memudahkan dalam penentuan langkah penanganan pandemi Covid-19.

“Sampaikan masalah secara jujur, jangan sembunyikan kondisi wilayahnya, sehingga kita bisa antisipasi dan mitigasi,” ujar Puan.

Penulis: Toni Bramantoro
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas