Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bursa Capres

Pengamat Sebut Airlangga Harus Memilih Figur Populer dan Elektabel yang Pas untuk Mendampingi

Golkar selaku pengusung Airlangga, bisa menggandeng partai Islam yang senapas dengan Anies Baswedan, untuk lebih merangkul kalangan religius.

Pengamat Sebut Airlangga Harus Memilih Figur Populer dan Elektabel yang Pas untuk Mendampingi
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Batam untuk menyerahkan PP KEK Batam Aero Technic dan KEK Nongsa Digital Park, Sabtu (12/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan politik sejumlah tokoh nonkader yang digadang-gadang maju pada pilpres 2024 diprediksi tak akan mulus. Kecuali mereka berkongsi dengan figur-figur 'pemilik' atau setidaknya elite partai politik.

Pengamat politik Usni Hasanuddin mengatakan tokoh-tokoh populer dan elektable namun bukan kader parpol seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebaiknya berkolaborasi dengan calon-calon usungan partai.

Dia mencontohkan, Anies bisa maju bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Tentu saja dengan sokongan partai lain untuk memenuhi ambang batas presidential treshold 20 persen.

"Peluangnya besar, apalagi figur sekelas Anies. Ini yang paling rasional," kata Usni saat dihubungi, di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Golkar selaku pengusung Airlangga, kata dia, bisa menggandeng partai Islam yang senapas dengan Anies Baswedan, untuk lebih merangkul kalangan religius. PKS misalnya.

Selepas itu, Usni menilai Airlangga harus memilih kira-kira siapa figur populer dan elektabel yang pas untuk mendampinginya.

Baca juga: Jokowi Bicara Pilpres di Hadapan Relawan: Nanti Saya Akan Sampaikan ke Mana Kapal Ini Kita Arahkan

"Dengan begitu, lumbung suara akan lebih beragam, tidak hanya dari unsur nasionalis sehingga secara agregat lebih besar. Ini juga bermanfaat untuk meng-counter isu-isu berbasis agama yang trennya cukup sering muncul," jelasnya.

Menurut Usni, tokoh-tokoh alternatif nonparpol ini harus diakui hanya populer di atas kertas. Di dunia nyata mereka sulit diusung oleh parpol, bahkan partai menengah sekalipun.

Partai-partai menengah, kata Usni, lebih sering memilih cari aman dengan mengekor partai besar yang dipastikan mengusung calonnya sendiri untuk maju ke gelanggang kontestasi.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas