Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Gerindra: Kasus Covid-19 Melonjak Karena Masyarakat Sudah Jenuh

Menurut Gerindra, menurunnya kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan itu karena adanya rasa jenuh yang berkepanjangan.

Gerindra: Kasus Covid-19 Melonjak Karena Masyarakat Sudah Jenuh
Warta Kota/Henry Lopulalan
Warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani isolasi di Tower 8, Rumah Sakit Darirat, Wisma Atlet Pandemangan, Kemayoran Jakarta Pusat Selasa(15/6/2021). WNI yang baru selesai berpergian keluar negeri wajib menjalani isolasi selama 5 hari kecuali dari India harus menjalani isolasi 12 hari untuk memutus penularan Covid-19. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belakangan cukup signifikan. Bahkan varian virus corona dari India pun telah mewabah di Kudus, Jawa Tengah. 

Dengan meningkatnya kasus tersebut, pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diperpanjang yakni mulai Selasa 15 Juni hingga 28 Juni 2021. 

"Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 itu disebabkan menurunnya tingkat kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghidari kerumunan," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021). 

Menurut dia, menurunnya kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan itu karena adanya rasa jenuh yang berkepanjangan.

Baca juga: PKB Minta Presiden Pimpin Langsung Percepatan Vaksinasi, karena Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Namun demikian, Muzani meminta semua pihak untuk kembali mentaati protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Semua Provinsi di Jawa Melonjak Tinggi, BOR di Jakarta di Atas 75 Persen

"Kita sadar masa pandemi ini membuat kita jenuh. Memakai masker setiap hari, tidak boleh berkerumun, semua aktivitas dibatasi dengan alasan protokol kesehatan, yang pada akhirnya membuat kita jenuh," kata dia. 

"Meski demikian, kita harus sadar bahwa keselamatan kita semua dijamin oleh kedisiplinan mentaati protokol kesehatan. Jadi saya imbau semua pihak mulai dari tingkat pusat, daerah, desa-desa, RT RW hingga tingkat keluarga untuk kembali sadar bahwa betapa pentingnya mentaati prokes," imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Baca juga: Pasien Covid-19 Mayoritas Warga DKI, Pihak Wisma Atlet Sarankan Anies Berlakukan PSBB Lagi

Di sisi lain, menurut Muzani, peningkatan jumlah positif Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia juga disebabkan melemahnya kontrol dari pemerintah pusat. 

Guna meningkatkan kontrol itu, maka pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi agar bisa menekan angka penularan di daerah masing-masing.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas