Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Pemerintah Sebut Tingkat Keterisian Rumah Sakit oleh Pasien Covid Sudah Mengkhawatirkan

Lonjakan jumlah pasien yang drastis tercatat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.

Pemerintah Sebut Tingkat Keterisian Rumah Sakit oleh Pasien Covid Sudah Mengkhawatirkan
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sejumlah tenaga medis sedang menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh hingga sebagian pasien harus dirawat di selasar depan IGD RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/6/2021). Kondisi tersebut juga terjadi pada sejumlah rumah sakit di Kota Semarang bersamaan dengan meningkatnya kasus Covid-19. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

“Jangan buka masker di ruang tertutup yang banyak orangnya. Saya jelaskan lagi bahwa virus adalah makhluk mikro organisme yang dapat saja melayang di udara ruang tertutup atau bersifat aerosol,” tegas Reisa.

Untuk diketahui, berdasarkan temuan The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta, _droplets_ bertahan di udara dalam hitungan detik hingga menit sebelum jatuh seiring gravitasi. Sedangkan tetesan yang lebih kecil berupa partikel _aerosol_ dapat bertahan di udara dalam ruang tertutup tanpa ventilasi yang baik selama beberapa menit hingga hitungan jam.

Baca juga: Jakarta Memasuki Fase Amat Genting Penyebaran Covid-19, Pasien di Wisma Atlet Mengantre

Reisa menjelaskan mengenai cara yang dapat dilakukan untuk berkontribusi menekan laju penularan Covid-19 dan mengembalikan situasi kota dan kabupaten ke resiko rendah atau zona hijau.

Pertama, laporkan diri ke Puskesmas terdekat apabila merasa kontak erat dengan pasien positif. Hal tersebut merupakan bagian dari cara pengendalian penularan melalui  3T (tes, telusur, tindak lanjut dan terapi).

Kedua, ikut serta menyukseskan vaksinasi dengan cara mendaftarkan, mengantar, dan menemani para lansia, orang tua, guru, penyandang disabilitas yang belum mendapatkan vaksinasi.

Ketiga, bagi yang telah menerima vaksin, tetap lindungi orang lain dengan terus mempraktikkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Tidak ada cara mengakhiri pandemi ini kecuali dengan cara memutus penularan bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas