Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Yandri Susanto: Mudik Idul Adha Dilarang, Tapi Tempat Wisata hingga Mal Penuh, Ya Sami Mawon

PAN mengingatkan kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi kemungkinan arus mudik di Idul Adha harus berjalan beriringan dengan kebijakan lain

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Yandri Susanto: Mudik Idul Adha Dilarang, Tapi Tempat Wisata hingga Mal Penuh, Ya Sami Mawon
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Yandri Susanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai, pemberlakukan larangan mudik pafa saat Idul Fitri 2021 lalu, sudah cukup ketat.

Ia pun berharap, pemberlakukan dan pengecekan larangan mudik juga di berlakukan pada saat momen Idul Adha, mendatang.

Karena, adanya indikasi masyarakat melakukan mudik.

Baca juga: Covid-19 Meningkat, Bamsoet Minta Pemerintah Pertimbangkan Opsi Lockdown Regional

Tentunya, ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang semakin tinggi, belakangan ini.

"Itu sudah dibuktikan sama pemerintah sudah ketat tapi sarang, Ku pikir sangat bombastis kenaikannya (kasus Covid-19,red)," kata Yandri saat dihubungi Tribunnews, Senin (21/6/2021).

Yandri juga menyoroti soal tidak singkronnya kebijakan larangan mudik dan kebijakan lainnya. 

Termasuk, soal dibukanya tempat wisata, pasar-pasar yang membludak tanpa protokol kesehatan serta Mal-mal yang penuh sesah oleh pengunjung.

Baca juga: Legislator Demokrat Nilai Pemerintah Ambigu Tangani Covid-19

Rekomendasi Untuk Anda

"Intinya kalau pemerintah mau berpendapat kerumunan atau mudik itu bagian dari penyebaran Covid, ya sebenarnya pasar harus diatur, statsiun di atur, tempat wisata harus diatur, kalau enggak ya sama saja," ucap Yandri.

"Mudik dilarang saat Idul Adha, tapi tempat wisata penuh. Pasar-pasar penuh, Mal-mal penuh, ya sami mawon," tambahnya.

Untuk itu, Politisi PAN ini mengingatkan agar kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam menghadapi kemungkinan arus mudik di Idul Adha harus berjalan beriringan dengan kebijakan lainnya.

"Tinggal bagaimana pengaturan secara kontineu dan komprehensif, jangan parsial," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas