Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pandemi Covid-19 Hambat Target Pemerintah Hentikan HIV Tahun 2030 di Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan jika 37 juta orang hidup dengan HIV di akhir tahun 2020.

Pandemi Covid-19 Hambat Target Pemerintah Hentikan HIV Tahun 2030 di Indonesia
ist
dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, Dirjen P2P Kemenkes 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus penyebab AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Virus HIV dapat melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan infeksi dan kanker. 

Sampai saat ini obat atau metode penanganan HIV belum ditemukan. Namun, jika pengidap HIV menjalani pengobatan tertentu, pengidap HIV bisa memperpanjang usia. Serta dapat meningkatkan kualitas hidup.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan jika 37 juta orang hidup dengan HIV di akhir tahun 2020. Di indonesia sendiri, sepanjang 2010-2020 memang mengalami penurunan. 

Baca juga: Krisis Covid-19 Picu Inovasi Kesehatan Berkelanjutan, Inggris Perkenalkan Ventilator ShiVent

Namun dikhawatirkan penurunan pada tahun 2020 merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Dimana, selama pandemi Covid-19, banyak pelayanan kesehatan terhambat seperti tes dan pengobatan. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu pun mengajak semua lapisan masyarakat bekerjasama. 

Apa lagi Indonesia menargetkan dapat menghentikan kasus HIV pada tahun 2030. Salah satu usaha capaian tersebut dengan menargetkan tiga hal hingga 90% yaitu mengetahui kasus, terapi dengan ARV dan penurunan jumlah virus HIV dalam darah (tersupresi). 

Namun, menurut pemaparan dari Maxi, ketiganya belum mencapai target dimana mengetahui kasus baru mencapai 75%, pengobatan ARV 27% dan tersupresi baru 7%.

Baca juga: Penjelasan Terkait Varian Delta dan Gejalanya, Disebut Lebih Menular dari Covid-19 di Awal Pandemi

"Tentu kalau ditanya, sekarang kita butuh waktu 9 tahun lagi, bisa nggak tercapai? Masih ada devisiasi (kekurangan) besar, yakni ODHA dengan ARV dan ODHA dengan viral tersupresi," ungkap Maxi saat diskusi virtual bersama Harian Kompas, Rabu (23/6/2021).

Sementara itu, berdasarkan data per 5 April 2021, estimasi ODHA mencapai 543.100, dan baru ada 427.201 ODHA yang ditemukan di Indonesia. Dari ODHA yang ditemukan 365.289 di antaranya masih dalam keadaan hidup dan 61.912 ODHA ditemukan meninggal dunia.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas