Tribun

Virus Corona

Situasinya Mengerikan! Pasien Terus Berdatangan, Sementara Oksigen Habis

Persediaan oksigen di Rumah Sakit DR Sardjito Yogyakarta menipis karena pasien Covid-19 masuk secara bersamaan pada Jumat, 2 Juli 2021.

Editor: Choirul Arifin
Situasinya Mengerikan! Pasien Terus Berdatangan, Sementara Oksigen Habis
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas melayani isi ulang gas oksigen di Distributor Gas Oksigen Restu Fadhil Gas, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/6/2021). Penjualan gas oksigen isi ulang di tempat ini meningkat hingga 200 persen sejak sepekan terakhir setelah meningkatnya masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kota Bandung. Agar dapat melayani permintaan konsumen, tempat usaha ini membuka layanan isi ulang gas oksigen 24 jam. Kebanyakan konsumen yang datang mengisi ulang tabung gas oksigen berukuran kecil yakni 1 m3 seharga Rp 40.000 hingga jumlahnya mencapai 300 tabung per hari. Sementara untuk isi ulang tabung 1,5 m3 Rp 60.000, 2 m3 Rp 70.000, dan 6 m3 Rp 100.000. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

”Terkait pemberitaan yang menyebutkan 63 pasien meninggal, dapat kami sampaikan penjelasan bahwa jumlah tersebut akumulasi dari hari Sabtu pagi (3/7/2021) sampai Minggu pagi (4/7/2021)," kata Rukmono.

”Sedangkan yang meninggal pasca oksigen central habis pukul 20.00 WIB, kami sampaikan jumlahnya 33 pasien," ujarnya.

Namun dalam kondisi tersebut, semua pasien yang tidak tersuplai oksigen central maka dalam pelayanannya tetap tersuplai menggunakan suplai oksigen tabung. Salah satunya bantuan dari Polda DIY sejumlah 100 tabung tersebut," ujarnya.

Terkait peristiwa yang terjadi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bertanggung jawab.

"Pertama ini adalah tanggung jawab atau regulator dari Kemenkes, yang bertanggungjawab menggerakkan industri seperti ini. Apalagi ini, 3 Juli, Dirut dr RSUP Sardjito itu sudah memberikan surat terkait dengan kemampuan oksigen medis," kata Melki, Minggu (4/7/2021).

Menurut dia, peristiwa nahas tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi Kemenkes agar ke depannya tak terulang kembali.

Terlebih, RSUP Dr Sardjito itu merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 nasional.

"RSUP Dr Sardjito adalah rumah sakit rujukan, tidak masuk akal sampai kemudian mereka berteriak tidak adanya oksigen medis. Harus ada yang bertanggung jawab. Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Ada korban nyawa sia-sia karena kelalaian kita," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong membantu para korban Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Sehingga, bila ada di sekitar rumahnya yang membutuhkan tabung oksigen, diharapkan tak ditimbun.

"Tabung gas oksigen kita harapkan bisa gotong royong. Ini menjadi yang terakhir dan harus ada perubahan-perubahan yang betul-betul dilakukan secara mendasar. Jangan lagi ada kejadian seperti ini, yang membuat kita miris," katanya.(tribun network/kur/mam/kps/dod)

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas