Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kapolri Minta Polisi Biasakan Perilaku Hidup Sederhana dan Tidak Hedonis

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh personel polisi untuk berperilaku hidup sederhana dan tidak hedonis.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kapolri Minta Polisi Biasakan Perilaku Hidup Sederhana dan Tidak Hedonis
Kompas.com/Sonya Teresa
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit resmi meluncurkan aplikasi pembuatan dan perpanjangan SIM daring, yakni SINAR atau SIM Nasional Presisi, di SATPAS SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Selasa (13/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh personel polisi untuk berperilaku hidup sederhana dan tidak hedonis.

Ia mengimbau kepada personel untuk memperhatikan segala sikap dan perilaku di masyarakat.

Hal itu disampaikan Sigit saat memberikan pengarahan kepada 700 Capaja TNI-Polri secara virtual di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021).

"Jadilah tauladan bagi anggota di lapangan. Biasakan perilaku hidup sederhana dan tidak hedonis. Bentengi diri dari bahaya narkoba, dan budaya kebarat-baratan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila," kata Sigit.

Sigit juga mengingatkan personel tidak boleh bertindak arogansi dan menyimpang.

Baca juga: Panglima TNI, Kapolri dan BNPB Apresiasi Sentra Vaksinasi UMKM Hipmi Jaya

Hal itu berdampak terhadap institusi aparat penegak hukum.

"Jaga profesionalitas TNI-Polri, dengan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, Listyo juga memberikan pesan kepada seluruh Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri tahun 2021 soal pentingnya sinergitas dan soliditas yang merupakan harga mati untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

"Sinergisitas dan soliditas TNI-Polri harus senantiasa dijaga dan dipererat pada semua tingkatan, mulai dari pucuk pimpinan tertinggi sampai dengan tingkatan terendah, dimana pun dan kapan pun. Soliditas dan sinergisitas TNI-Polri adalah harga mati dan merupakan modal utama dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Ia menyebut, TNI-Polri merupakan institusi negara yang telah melewati perjalanan historis yang panjang, mulai dari kemerdekaan hingga era reformasi.

Sebagai generasi penerus, Sigit meminta kepada seluruh Capaja untuk tidak pernah melupakan sejarah guna meneruskan kiprah perjuangan TNI-Polri di Indonesia.

Menurut Sigit, meskipun sejarah panjang telah terjadi pada institusi, namun TNI-Polri tetap merupakan kesatuan yang bertugas untuk melindungi dan menjaga segenap Bangsa Indonesia.

"Meskipun telah dipisahkan, pada hakikatnya TNI-Polri tetap satu kesatuan, sebagai garda terdepan dalam melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Saat ini, kata Sigit, peran TNI-Polri juga diperlukan oleh Negara dan masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Kedua institusi tersebut merupakan garda terdepan dalam penanganan virus corona.

Sigit juga berharap kepada Capaja TNI-Polri untuk siap menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang muncul dari global maupun nasional.

"Pahami tantangan tugas yang semakin kompleks dan tidak menentu," tandas Sigit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas