Tribun

Kasus Korupsi Jasindo, KPK Dalami Penerimaan Uang Tersangka Kiagus Emil Fahmy Cornain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang saksi dari unsur swasta, Nina Herlina, Rabu (7/7/2021).

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Kasus Korupsi Jasindo, KPK Dalami Penerimaan Uang Tersangka Kiagus Emil Fahmy Cornain
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pemilik PT AMS, Kiagus Emil Fahmy Cornain mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/5/2021). KPK menahan Pemilik PT AMS, Kiagus Emil Fahmy Cornain terkait pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT AJI (Asuransi Jasa Indonesia) Persero dalam penutupan asuransi Oil dan Gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang saksi dari unsur swasta, Nina Herlina, Rabu (7/7/2021).

Nina bersaksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo (Persero) dalam penutupan (closing) asuransi oil dan gas pada BP MIGAS-KKKS Tahun 2010-2012 dan Tahun 2012-2014.

Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan, lewat Nina tim penyidik berusaha mendalami aliran uang terhadap tersangka kasus korupsi di Jasindo yang kini menjadi anak usaha holding asuransi dan penjaminan BUMN Indonesia, Indonesia Financial Group (IFG).

"Saksi Nina Herlina (swasta) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka KEFC (Kiagus Emil Fahmy Cornain) dkk. Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dari berbagai pihak oleh tersangka KEFC (pemilik PT AMS)," kata Ipi dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Belakangan, KPK diketahui sedang fokus berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menghitung secara pasti kerugian keuangan negara akibat korupsi yang berkaitan dengan PT Jasindo.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Direktur Keuangan PT Asuransi Jasindo tahun 2011-2016 Solihah (SLH) dan pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain (KEFC).

Baca juga: Tak Main-main, KPK Siap Usut Dugaan Korupsi dalam Penyaluran Bansos Saat PPKM Darurat

Kasus ini sendiri adalah pengembangan penyidikan dengan tersangka Budi Tjahjono selaku Direktur Utama PT Asuransi Jasindo periode tahun 2011-2016 yang saat ini perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri memaparkan, untuk memenuhi keinginan Budi Tjahjono selaku Direktur Utama PT Asuransi Jasindo (Persero) yang menginginkan Jasindo menjadi leader konsorsium (sebelumnya berstatus sebagai co-leader) dalam penutupan asuransi proyek dan aset BP Migas-KKKS Tahun 2009-2012.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas