Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diperkirakan 7.200 PMI Pulang ke Indonesia, Kepala BP2MI: Seluruhnya Dibiayai Negara

Menurut Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) diperkirakan rangkaian gelombang kepulangan PMI bisa tembus sampai 7.200 orang.  

Diperkirakan 7.200 PMI Pulang ke Indonesia, Kepala BP2MI: Seluruhnya Dibiayai Negara
Istimewa
Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat menjemput 63 PMI dari Malaysia yang tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 63 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia tiba di Indonesia pada Kamis (22/7/2021). Jumlah tersebut merupakan bagian dari kloter pertama yang telah tiba di Indonesia sejak akhir Juni 2021 lalu.

Menurut Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) diperkirakan rangkaian gelombang kepulangan PMI bisa tembus sampai 7.200 orang.  

Kepala BP2MI Benny Rhamdani, menjelaskan kepulangan para PMI nantinya akan tetap menjadi tanggungan negara, meskipun berangkat secara nonprosedural ke negara penempatan.

"Kepulangan PMI ini sampai ke kampung halaman seluruhnya dibiayai oleh pemerintah. Bekerja ke luar negeri memang adalah hak setiap warga negara, dan negara wajib memfasilitasi. BP2MI memiliki kantor di daerah-daerah, sehingga PMI bisa datang langsung ke sana untuk mencari informasi yang benar. Jangan tergiur oleh informasi dari calo dan orang-orang yang tidak bertanggungjawab," jelas Benny Rhamdani saat menjemput 63 PMI dari Malaysia yang tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (22/7/2021).

Benny Rhamdani menambahkan, pada masa pemerintahan Presiden Jokowi ini, sudah ada kebijakan baru untuk memudahkan PMI bekerja ke luar negeri yaitu fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI). Jadi ke depannya, para PMI tidak perlu lagi menjual tanah atau aset untuk bekerja ke luar negeri.

BP2MI juga telah berkali-kali menyampaikan agar para calon PMI memilih negara penempatan yang memiliki undang-undang perlindungan PMI yang baik.

"Kalau bisa ke negara penempatan seperti Jepang atau Korea Selatan. Karena standar gaji di sana sudah tinggi. Jangan ke negara yang memberikan gaji rendah dan undang-undang perlindungan ketenagakerjaan bagi PMI yang masih lemah," tutur Benny.

Demi mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19, berdasarkan instruksi pemerintah, para PMI akan mengikuti karantina selama 8 (delapan) hari guna memastikan keselamatan keluarga yang ada di kampung halaman.

"Nanti semuanya akan diantar ke Wisma Atlet untuk dikarantina selama 8 hari. Itu juga demi keluarga di rumah, agar semuanya sehat. Saya tahu Ibu rindu dengan keluarga, tapi apa gunanya rindu kalau keluarga di rumah tidak sehat," jelas Benny.

Ia juga menjelaskan, seluruh PMI yang tiba di Indonesia telah mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan seperti menjalani PCR Test saat berangkat dari Malaysia dan tiba di Indonesia, penggunaan masker selama perjalanan, melakukan karantina, dan dipastikan negative Covid-19 sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing. 

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di lapangan, diketahui bahwa 63 PMI ini seluruhnya adalah perempuan. Terlihat di antaranya ada yang sedang mengandung, sedang sakit, dan juga beberapa membawa anak.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas