Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

27 Persen Desa di Indonesia Warganya Tidak Patuh Gunakan Masker

Berdasarkan data Satgas Covid-19, sekitar 27,03 persen desa/kelurahan memiliki tingkat kepatuhan yang rendah dalam memakai masker.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
zoom-in 27 Persen Desa di Indonesia Warganya Tidak Patuh Gunakan Masker
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sejumlah pesepeda yang tergabung dalam komunitas sepeda onthel menikmati jelajah wisata kota lama Semarang dengan mengendarai sepeda dan mengenakan masker, Minggu (6/6/2021).(Tribun jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) memakai masker dan menjaga jarak masih tergolong rendah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa angka ketidakpatuhan tersebut harus diwaspadai dan disikapi dengan tegas agar tidak berdampak besar terhadap laju penularan di tengah-tengah masyarakat.

"Angka ketidakpatuhan ini masih tergolong tinggi dan implikasi dari minimnya kepatuhan protokol kesehatan adalah kenaikan penularan Covid-19 di daerah," kata Wiku dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, (29/7/2021).

Berdasarkan data Satgas Covid-19, sekitar 27,03 persen desa/kelurahan memiliki tingkat kepatuhan yang rendah dalam memakai masker.

Baca juga: Cara Pakai Masker Dobel dengan Benar, Jangan Lapisi 2 Masker Bedah yang Sama

Lalu, sekitar 28,36 persen  desa/kelurahan memiliki tingkat kepatuhan yang rendah dalam menjaga jarak. 

Angka ini kata Wiku, harus disikapi dengan tegas. Semua pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia harus turut serta mengawasi jalannya protokol kesehatan.

Baca juga: Bahaya Varian Delta, Warga AS yang Sudah Divaksin Harus Pakai Masker Lagi

Rekomendasi Untuk Anda

Semua pihak juga perlu mengambil sikap tegas terhadap para pelanggar dengan melakukan penindakan. 

"Saya mohon agar semua pihak yang bertanggung jawab, mengawasi jalannya protokol kesehatan untuk dapat lebih tegas menyikapi pelanggaran di daerahnya masing-masing," kata Wiku.

Sebaliknya, bagi daerah yang telah bekerja keras dalam mengatasi kasus di daerahnya, Satgas memberikan apresiasinya. Kedepan harus terus meningkatkan upaya penanganan agar laju penularan dapat dicegah dan angka kematian dapat ditekan.  

"Untuk daerah dengan tingkat kepatuhan yang baik, terimakasih atas kerja kerasnya dan harap terus konsisten," pungkas Wiku.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas