Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Stok Vaksin Aman, Pemerintah Daerah Tidak Perlu Khawatir

Pemerintah terus mempercepat distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh pelosok daerah, stok di pusat (Bio Farma) aman.

Stok Vaksin Aman, Pemerintah Daerah Tidak Perlu Khawatir
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI WARGA PESISIR - Vaksinator menyiapkan vaksin yang akan diberikan kepada sekitar 1.500 warga pesisir di Surabaya dalam serbuan vaksin covid-19 gratis yang digelar TNI AL, Selasa (6/7/2021). Vaksinasi untuk masyarakat maritim Surabaya kali ini dipusatkan di Gedung Balai Prajurit Kalianak, Surabaya yang digelar Lantamal V Surabaya bersama Akademi Angkatan Laut (AAL). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah terus bekerja keras memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 bagi masyarakat. Pemerintah juga memastikan stok vaksin di Bio Farma aman.

"Pemerintah terus mempercepat distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh pelosok daerah, stok di pusat (Bio Farma) aman, itu yang dikawal cepat proses produksi dan distribusinya untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok," ujar Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto, Kamis (29/7).

Menurutnya, komitmen ini dibuktikan dengan kedatangan 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk atau bahan baku produksi Sinovac di Jakarta, Selasa (27/7). Dengan demikian total vaksin bulk yang telah diterima Indonesia menjadi 144,7 juta dosis vaksin yang setelah diolah Bio Farma diperkirakan menjadi sekitar 117,3 juta dosis vaksin bentuk jadi.

"Apabila ditambah dengan vaksin jadi yang telah datang, total vaksin yang dimiliki Indonesia kombinasi vaksin dalam bentuk bulk dan vaksin jadi sebanyak 173,1 juta dosis vaksin. Dan rencananya pada Agustus 2021 nanti Indonesia akan kembali kedatangan vaksin COVID-19 sebanyak 45 juta dosis yang terdiri dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer" katanya.

Bambang memaparkan, per 27 Juli, Bio Farma telah mendistribusikan 80 juta dosis vaksin ke 34 Provinsi di Indonesia dengan rincian Vaksin CoronaVac (Vaksin Jadi merek Sinovac) sebanyak 3 juta dosis, Vaksin COVID-19 (Vaksin produksi Bio Farma dari bahan baku Sinovac) sebanyak 65,7 juta, dan AstraZeneca sebanyak 11,3 juta.

"Jumlah itu belum termasuk vaksin Moderna dan Sinopharm (Vaksin Gotong Royong)," katanya.

Terkait distribusi vaksin, lanjutnya, pemerintah sangat memegang teguh prinsip keadilan dan mempertimbangkan tingkat risiko tiap wilayah. Sehingga, pembagiannya pun akan berbeda-beda.

Bambang juga memastikan, Pemerintah pusat akan terus mengirimkan vaksin-vaksin ke berbagai daerah dengan memegang teguh prinsip keadilan dan mempertimbangkan tingkat risiko tiap daerah. Sehingga, pembagiannya berbeda-beda di tiap daerah.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas